Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Fakta tentang ojek online yang jarang di ketahuai masyarakat umum

Fakta ojek online
Lelah dan tertidur

Update lagi dikit... He he

Kali ini membahas tentang fakta-fakta ojek online yang jarang di ungkap ke permukaan.

Daaaan....mungkin salah satunya kalian banget.

Maka dari itu, sobat harus habiskan baca artikel ini sampang tuntas. Karena besar kemungkinan ini pernah terjadi pada kalian.

"Slogan paling populer di dunia ojek online adalah SALAM SATU ASPAL tetapi itu sangat jarang ojek online ucapkan"

Bener ga siiiih ?

Siapa sih ojek online yang tidak mengenal atau ga pernah dengar slogan SALAM SATU ASPAL. Tapi saat ini udah sangat jarang sekali kita dengar.

Palingan kaya di postingan ini atau di media sosial yang masih banyak menggunakan salam tersebut.

Menurut saya sih fakta banget untuk sekarang ini. Salam satu aspal yang dulu sampai sekarang masih terkenal tetapi sudah jarang di ucapkan.

"Pengguna ojek online, rata-rata install lebih dari satu aplikasi"

Hayoooo..... fakta apa bukan ? Pengguna aktif ojek online rata-rata mengistall lebih dari satu aplikasi di ponsel mereka.

Mungkin untuk saat ini, pengguna aktif ojek online terdapat dua aplikasi yaitu gojek sama Grab.

Mengapa bisa demikian ?

Karena 80 persen pengguna ojek online menyukai promo dan mencari yang lebih murah.

Aplikasi yang memberikan banyak promo, kemungkinan aplikasi tersebut yang selalu di pakai. Jika promo sudah habis, biasanya langsung lirik aplikasi satunya lagi dengan harapan ada promo.

"Banyak para jomblo Save nomer customer dengan harapan bisa berlanjut ke tahap berikutnya"

Fakta bukan sih ??

Menurut saya sih iya. Para jomblo-jomblo seperti uang baca artikel ini pasti pernah Save nomer customer karena customer tersebut cakep.

Udah ngaku aja, ga usah malu-malu. Itu manusiawi kok, namanya juga usaha.

Tapi hati-hati ya kawan, jangan sampai kalian di laporin ke aplikator. Bisa-bisa berabe urusannya.

"Ojek online itu profesi yang di pandang sebelah mata tetapi di gemari"

Bukan hal yang tabu lagi dan menurut daya sudah menjadi fakta.

Menjadi driver online sering di pandang sebelah mata dan di remehkan.

Walau sering di anggap profesi yang tidak ada masa depannya, giliran anaknya nganggur tanpa pekerjaan, langsung di dorong-dorong daftar ojek online.

Banyak sih yang begitu. Tadinya menganggap rendah, giliran jadi pengangguran rela sampai sewa-sewa akun karena daftar tak kunjung di terima.

"Terjebak dan tak mampu bangkit lagi"

Wew.... apaan tuh ??

Tergiur dengan penghasilan yang fantastis dan kemudian rela keluar dari tempat pekerjaan demi menjadi ojek online.

Dan kini udah ga bisa keluar lagi dari ojek online karena alasan umur dan persyaratan untuk mencari pekerjaan sudah tidak lengkap lagi.

Sebelum seperti sekarang ini. Dulunya ojek online merupakan pekerjaan dengan penghasilan yang fantastis dengan waktu yang fleksibel.

Sehingga saat itu, banyak pekerja kantoran dan sejenisnya meninggalkan pekerjaan mereka. Mereka lebih memilih menjadi ojek online karena penghasilannya yang lebih menjanjikan.

Dan saat ini menjadi menyesal karena tarif yang semakin hari semakin mengecil. Banyak yang berhasil kembali lagi ke profesi semula. Dan tidak sedikit yang tak mampu keluar dari keadaan ini.

"Customer adalah dewa dan driver sering menjadi korban tanpa perlawanan"

Iya Ngga sih....
Driver selalu kalah jika berurusan dengan customer. Terkadang driver benar pun bisa bertekuk lutut di hadapan customer.

Ada sebagian oknum customer yang memanfaatkan keadaan ini untuk bertindak semena-mena terhadap driver.

Terjadi sedikit kesalahan saja, customer ngadu ke kantor dan langsung membuat driver tersungkur dan bahkan langsung ambruk. Ha ha

Kelihatannya hal ini saya tuliskan secara berlebihan, tapi itulah fakta yang pernah saya lihat dan juga alami.

Sedikit kesalahan dapat membuat driver suspend atau bahkan bisa putus mitra. Hanya karena customer koment beserta kasih rating bintang satu.

Jika sudah di koment jelek dan di kasih bintang satu, paling ringannya hukuman yang di terima driver adalah akun tiba-tiba jadi anyep. Itu sudah termasuk beruntung karena ga langsung di suspend.

Hidup di bagai di ujung tanduk jika sudah ada masalah sedikit dengan customer. Karena dengan lambaian jari aja, para driver bisa langsung hilang pekerjaan.

"Pekerjaan tanpa Pesangon"

Inilah yang paling ngeri menurut saya dan merupakan fakta.

Mau kalian 10 tahun jadi ojek online dan tiba-tiba kalian di pecat. Jangan berharap kalian mendapatkan satu perak pun sebagai balas jasa pengabdian kalian.

Belum ada peraturan atau undang-undang yang mengatur tentang hak dan kewajiban yang harus kalian lakukan atau dapatkan selama menjadi ojek online.

Inilah hal utama menurut saya yang menjadi sebab profesi sebagai ojek online. Karena ojek online tanpa ada jaminan hari tua atau pesangon saat di berhentikan sebagai ojek online.

Alasan utama saya menuliskan artikel ini, berharap suatu saat ada kejelasan peraturan dan undang-undang yang akan mengatur tentang pekerjaan sebagai ojek online ini.

Saya rasa sampai di sini saja dulu tentang fakta ojek online, masih banyak lagi sebenarnya yang lain.

Tapi dari sudut pandang saya, fakta inilah yang jarang di ungkapkan ke dunia luar dan jarang di ekspose.

Fakta yang saya sebutkan tadi sebenarnya adalah hal yang umum namun jarang sekali di ekspose dan ini merupakan fakta ojek online dari sudut pandang yang berbeda.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa share di media sosial kalian biar teman kalian juga mengetahui fakta tentang ojek online yang jarang di ungkapkan ini.
Fad
Fad Blogger "Jeme Kite". Menyukai blog dari 2018 dan belum bisa Fokus. Hanya membahas topik ringan dan seputar pekerjaan. Belum tergabung dengan komunitas blogger dengan baik. Semoga kedepannya menemukan teman baru.