Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harapan driver online saat PSBB

harapan ojek online

Mengacu pada pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020. Peraturan ini diterbitkan untuk mendukung penanggulangan COVID-19. Yang berarti ojek online di larang membawa penumpang selama masa PSBB. Dan aturan ini sudah berlaku untuk area jakarta. Apa saja harapan ojek online Saat PSBB, admin mencoba menelusurinya

Dengan pemberlakuan peraturan di atas, tentu penghasilan ojek online turun 50-80 %. Keadaan ini sangat memberatkan keadaan mereka.

Dalam keadaan yang kurang menguntungkan ini, apa saja harapan driver ojek online ?

“Semoga pihak aplikator segera membebaskan potongan harga pengantaran barang, gofood dan menonaktifkan layanan order goride atau grabbike”

Sebagaimana telah di ketahui, pihak aplikator memberlakukan pemotongan sebesar 20 persen dari total biaya yang di tanggung pengguna aplikasi ojek online dan driver mendapatkan 80 persen dari total biaya.

Dengan adanya penomena COVID-19 ini, diharapkan pihak aplikator meniadakan potongan sebesar 20 persen dan driver menerima full semua biaya yang di bayarkan penumpang. Jika ini di berlakukan, maka driver online tentu akan sangat merasa terbantu di tengah sepinya orderan.

Harapan selanjutnya, pihak aplikator dapat menonaktifkan layanan goride agar pengguna aplikasi ojek online tidak dapat melakukan order layanan ojek. Jika tetap di aktifkan, biasanya masih ada saja pengguna aplikasi ini nekad menggunakannya. Efeknya pasti kepada driver, misalnya harus minta cancel dan kemungkinan sulit mendapatkan orderan berikutnya setelah di cancel.

Jika tidak di cancel, takut nantinya malah di berhentikan di tengah jalan. Ujung-ujungnya, tetaplah driver yang menanggung resiko ini jika tidak segera di nonaktifkan layanan order ojek online.

Selain yang di sebutkan di atas, di harapkan pihak aplikator menyediakan kelengkapan untuk driver mereka, misalnya masker dan cairan disinfektan untuk melindungi driver online yang masih menjalankan orderan.

Pembebasan potongan 20 persen adalah langkah yang tepat menurut saya. Karena pasti di nikmati oleh driver yang benar-benar membutuhkan. Yang masih ngebid adalah driver yang benar-benar membutuhkan pekerjaan ini. Kami yang masih ngebid berarti kami bukan orang yang mampu. Sama seperti saya, saya tidak ingin ngebid, tapi mau makan apa keluarga saya jika harus diam di rumah mengikuti anjuran pemerintah.

Semoga harapan ini dapat di dengar dan di berikan keringanan dengan pembebasan biaya 20 persen dari total harga order pengguna aplikasi ojek online. Ini sangat membantu kebutuhan driver saat ini.
Fad
Fad Blogger "Jeme Kite". Menyukai blog dari 2018 dan belum bisa Fokus. Hanya membahas topik ringan dan seputar pekerjaan. Belum tergabung dengan komunitas blogger dengan baik. Semoga kedepannya menemukan teman baru.