Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ojek Online berjuang dengan menawarkan jasa offline demi penghasilan tambahan

Hallo.... Ojol.....
Di tengah maraknya penyebaran COVID-19, ojol harus bertahan hidup. Di tengah larangan mengangkut penumpang di area PSBB, kita harus mampu menghidupi keluarga.



Kita tidak boleh berpangku tangan apalagi terlalu berharap dengan bantuan pemerintah dan orang dermawan. Kita adalah driver online yang tangguh dan kuat harus mampu bertahan dengan kondisi apapun.

Dalam keadaan yang serba terbatas ini, dengan jumlah order yang semakin sedikit karena banyak yang melakukan aktivitas bekerja ataupun sekolah dari rumah. Kita harus mencari celah untuk bisa bertahan demi keluarga dan kelangsungan hidup.

Bantuan pemerintah dan instansi terkait belum tentu mampu kita nikmati. Salah satu contoh, token gratis dari PLN juga tidak bisa di nikmati oleh semua kalangan bawah. Karena terkait KWH yang terdaftar non subsidi.

Baca : Token listrik gratis tidak di nikmati oleh pengontrak rumah petak

Saya melihat mulai ramai cara driver online untuk bertahan hidup ditengah polemik covid-19. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah abang ojol yang mulai menawarkan jasa secara offline. Baik itu untuk belanja kebutuhan sehari-hari, kirim barang ataupun antar jemput penumpang.

Salah satu contoh twitter berikut ini, bapak ini menawarkan jasa secara offline di twitter demi memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Sambil tetap menyalakan aplikasi ojol, merekapun mulai beriklan di twitter.

Padahal di aplikasi sudah menyediakan layanan, tetapi mengapa mereka masih menawarkan jasa secara manual ?

Jawabannya adalah karena Kondisi order lewat aplikasi sangat sepi turun lebih dari 70 persen. Sehingga driver harus mencari celah lain untuk mendapatkan penghasilan. Ini adalah salah satu ciri para pejuang keluarga yang terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan tanpa harus berpangku tangan kepada orang lain.

Dengan adanya penawaran jasa secara offline ini, jika banyak yang menggunakan tentu akan sangat membantu mereka. Semoga kerja keras dan usaha ini membuahkan hasil.

Cuma mengingatkan pemakai jasa ini, berhati-hati dalam memilih akun yang menawarkan jasa ini. Lihat detai kontak mereka agar hilang keraguan dalam pelayanan ini. Hati-hati bukan berarti berpikiran jahat terhadap seseorang.

Dengan penawaran jasa secara offline ini, di harapkan para pekerja keras ini mendapatkan uang tambahan. Apa yang merela lakukan adalah efek dari kebutuhan mereka yang harus di penuhi setiap hari. Jika berpangku tangan kepada oemerintah dan aplikator, bisa jadi kita tidak mampu bertahan.

Ayo kita berusaha, lakukan apapun asal menghasilkan uang yang halal untuk orang yang menunggu kita di rumah.

Akankah layanan jasa ini akan berhasil ? Itu tergantung bagaimana pandangan masyarakat saat ini. Jika niat membantu dan memberikan kepercayaan, ada kemungkinan jenis pelayanan jasa pakai media sosial ini akan semakin di minati dan bisa menjadi alternatif untuk mereka mendapatkan penghasilan.

Save pekerja keras dan pejuang keluarga. Saya salut dengan inisiatif dan pemikiran demi mendapatkan rupiah ini. Terus berjuang dan berikan layanan tebaik kalian.