Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ojol DILARANG mengangkut penumpang demi mencegah penyebaran COVID-19 | OPINI

Situasi saat ini makin memperkecil langkah ojol dalam mencari nafkah. Dimana sebagian besar orang memilih berdiam diri di rumah mengikuti aturan pemerintah. Di situasi seperti ini tentu akan mengurangi jumlah penumpang ojek online.

Ojek-online-dilarang-agkut-penumpang

Dan yang terbaru, telah daerah pemberlakuan PSBB ( Pembatasan Sosial Berskala Besar ) melarang ojek online membawa penumpang manusia untuk mendukung pencegahan menyebarnya COVID-19. Lengkap sudah penderitaan ojek online.

Payung hukum aturan ini berdasarkan pasal 15 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 9 Tahun 2020. Peraturan ini diterbitkan untuk mendukung percepatan penanggulangan virus corona atau COVID-19.

Tanpa peraturan ini pun, ojek online sudah berkurang pendapatannya karena orang lebih banyak berdiam diri dirumah. Sebagian besar pekerja sudah melakukan aktivitas bekerja dari rumah, anak sekolah juga belajar dari rumah dan sebagian besar instansi pemerintah juga mengikuti aturan ini.

Penumpang ojol memang sudah sepi. Dan ini muncul lagi aturan baru. Dan sudah berlaku, maka ojol dilarang untuk mengangkut penumpang. Tetapi masih bisa menjalankan orderan pengantaran makanan, layanan belanja dan pengiriman paket.

Saya sebagai driver online tentu akan merasa sedih. Setidaknya peraturan ini akan semakin membatasi saya dalam mencari nafkah untuk keluarga. Bagaimanapun juga, saya harus mengikuti aturan ini.

Tapi...... Dengan adanya aturan ini, tentu akan mengurangi lebih dari 50 persen penghasilan saya. Karena sebagian besar saya menarik penumpang orang. Dengan diterbitkannya aturan ini, apakah ada solusi buat saya mencukupi kebutuhan sehari-hari. Entahlah.... Kita lihat saja nanti, semoga di berikan solusi, bukan saja Cuma membuat aturan.

Saya bukan orang yang pintar, tapi saya pernah sedikit membaca tentang cara penyebaran virus CORONA ini. Secara singkatnya, saya berpendapat bahwa virus corona dapat menular melalui mulut, hidung, dan mata dan tidak melalui udara.

Berarti, jika kita menyentuh barang yang ada virus coronanya, tidak akan menular ke tubuh kita selagi kita tidak menyentuh mulu, hidung dan mata. Kita tidak makan sebelum cuci tangan, tidak kucek-kucek mata, tidak pegang hidung, maka virus tidak bisa masuk ke dalam tubuh kita. Berdasarkan opini ini, apakah pelarangan ojol membawa penumpang itu efektif untuk mencegah penularan virus corona ?

Bukankah sebaiknya di galakkan cuci tangan sebelum aktivitas menyentuh ke tiga bagian tadi, yaitu mulut, hidung dan mata. Apakah tidak sebaiknya diberikan bantuan desinfektan yang cukup untuk driver ojol agar mereka langsung bisa menggunakannya saat mendapat orderan membawa penumpang. Daripada melarang membawa penumpang.

Tapi ini hanya opini, siapa tau ini salah. Jika salah saya minta maaf.

Dan... Sebagai penutup, semoga pemerintah memberikan solusi kepada ojek online jika tidak di perbolehkan membawa penumpang. Bukan saja ojek online, mungkin semua lapisan masyarakat akan siap tanpa keluar rumah jika semua kebutuhan selama berdiam diri di rumah mampu terpenuhi. Menurut saya, sebagian besar yang keluar rumah karena masih mengharuskan mereka untuk bepergian demi mencari kebutuhan hidup buat mereka.

Fad
Fad Blogger "Jeme Kite". Menyukai blog dari 2018 dan belum bisa Fokus. Hanya membahas topik ringan dan seputar pekerjaan. Belum tergabung dengan komunitas blogger dengan baik. Semoga kedepannya menemukan teman baru.