Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sudah Jatuh Tertimpa tangga, Keadaan Ojek online Saat Corona Melanda

Ojek online saat ini semakin sempit langkahnya. Dengan adanya virus corona, penghasilan ojek online turun lebih dari 50 ℅ karena banyak instansi, kartawan dan anak sekolah libur. Padahal pengguna utama layanan ini mayoritas para pekerja dan anak sekolah. Dengan adanya kebijakan WFH secara otomatis menurunkan pendapatan mereka.

Kondisi-ojol-saat-corona

Untuk area PSBB di jakarta, pemerintah memberlakukan kebijakan di larang membawa penumpang. Dengan adanya kebijakan di larang berboncengan saat membawa sepeda motor, secara otomatis memberikan dampak kedua untuk para ojek online.

Melihat dari sebagaian besar pengguna layanan ojek online adalah penumpang, maka dengan kebijakan ini akan menghilangkan lebih dari sebagian dari penghasilan mereka. Pengguna layanan antar jemput dalam aplikasi ojek online lebih dari 70 % dan sisianya baru pengguna layanan pengiriman barang dan belanja makanan.

Dengan kebijakan di larang mengangkut penumpang, otomatis pendapatan para driver online berkurang lagi 70%. Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah pepatah keadaab ojek online saat ini.

Hampir 80 persen instansi bekerja dari rumah, karyawan dan anak sekolah juga di liburkan. Pendapatan ojol berkurang 50 persen. Dari 50 persen yang tersisa, di gerus lagi dengan kebijakan di larang membawa penumpang dengan besaran pemakai jasa antar jemput sekitar 70 persen. Berarti sisa pendapatan ojol saat ini sekitar 35 persen dari penghasilan normal.

Dengan penghasilan full 100 persen seperti saat normal sebelum kena wabah COVID-19, Masih banyak driver ojol yang mengeluh pendapatan mereka yang tidak bisa memenuhi kebituhan pokok mereka. Bagaimana jika penghasilan mereka tinggal 35 persen. Apa jadinya kehidupan mereka. Bukan lagi mengeluh, bisa saja mereka tidak akan bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari lagi.

Dengan keadaan yang semakin terjepit ini, apa yang dapat pemerintah dan pihak aplikator lakukan ? Apakah akan ada wacana untuk bantuan kepada mereka ? Bukan hanya wacana, keputusan harus segera di ambil untuk membantu mereka. Karena dengan keadaan seperti ini, kemungkinan mereka bertahan dengan penghasilan tinggal 35 persen akan menyulitkan kehidupan para driver online.

Dengan kebijakan pemerintah melarang sepeda motor berboncengan di area yang di berlakukan PSBB, apakah ini efektif ? Dengan kebijakan ini, apakah benar memberikan dampak yang signifikan penyebaran COVID-19 ? Mungkin perlu di lakukan kajian ulang sebelum benar-benar di terapkan. Karena kebikan ini memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan banyak orang, khususnya driver online.

Penyebaran COVID-19 memerlukan media untuk proses penularan. Belum ada yang membuktikan jika virus ini bisa menyebar melalui udara. Dengan keadaan ini, berarti dapat di lakukan pencegahan. Selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bagian area yang dapat menjadi jalur penyebaran yaitu mulut, mata dan hidung. Menggunakan disinfektan setelah berkunjung dari tempat umum atau berinteraksi dengan orang lain, memakai masker dan sarung tangan.

Mungkin sebaiknya pemerintah lebih menggalakkan lagi kesadaran kepada manusianya itu sendiri. Bagaimana cara mereka agar mencegah penularan virus ini. Seperti pembagian masker gratis, cairan disinfektan dan aktif mencanangkan gerakan bersih diri sendiri dengan selalu mencuci tangan dan mandi pakai sabun secara teratur.

Kebijakan dilarang membawa penumpang tidak akan membuahkan hasil jika masyarakat tidak memiliki kesadaran yang tinggi tentang bahaya dan cara pencegahan virus ini agar tidak tertular virus ini. Perlu di galakkan pengetahuan tentang cara penanganan dan pencegahan tertular covid-19.

Jika berbocengan di sepeda motor beresiko tinggi tertular COVID -19, bagaimana dengan angkutan umum lainnya ? Apakah di sana bisa di pastikan orang menjaga jarak aman antara satu dengan lainnya ? Lebih besar kemungkinan orang akan terinfeksi di sarana angkutan umum lainnya karena jumlah mereka yang kemungkina berinteraksi lebih banyak. Misalnya di stasiun, kereta api, halte bis, dalam busway dan jenis angkutan umum lainnya.

Sebagai driver online, saya cukup pasrah dengan keadaan ini. Semoga pemerintah bisa memikirkan jalan keluar terbaik untuk seluruh rakyatnya. Bukan hanya sekedar membuatkan aturan, tetapi juga memberikan solusi.