Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ketahui 3 Bahan Baku Terbaik untuk Injeksi Beton pada Bangunan Bocor

Pada konstruksi bangunan beton yang mengalami kebocoran dapat diatasi dengan injeksi beton. Retak atau celah kecil, hingga kebocoran besar dapat direkatkan kembali dengan metode tersebut. Biasanya, injeksi beton basement, lantai, bak penampungan air, kolam renang, bagian dak bangunan, dan lainnya.

alat injeksi beton

Di samping itu, ada berbagai manfaat yang dapat Anda nikmati bila memilih injeksi beton untuk mengatasi kebocoran pada permukaan beton. Manfaat tersebut di antaranya ialah ketahanan pada cuaca panas terik matahari maupun saat hujan deras. Hasil perbaikan kebocoran dengan injeksi beton juga menjadi mudah dibersihkan serta tampak mengilap.

Apakah Injeksi Beton itu?

Sebagai salah satu solusi dalam menangani kebocoran pada konstruksi bangunan, injeksi beton merupakan sebuah metode suntikan beton. Bahan baku perekat disuntikkan ke dalam rongga/celah kebocoran permukaan beton, lalu dikeringkan.

Solusi ini sangat dianjurkan sebelum Anda mengaplikasikan cat pelapis anti bocor atau yang dikenal dengan sebutan asing waterproofing coating. Kedua metode perbaikan beton bocor tersebut sebenarnya bukan pilihan, melainkan solusi perbaikan yang saling mendukung untuk memecahkan masalah kebocoran pada bangunan beton.

Nah, sebelum Anda melakukan perbaikan beton bocor dengan injeksi beton, Anda perlu mengetahui tiga bahan baku terbaik yang dimasukkan pada alat injeksinya. Berikut ini ialah informasi selengkapnya.

Tiga Bahan Baku Terbaik untuk Injeksi Beton

Paling tidak, terdapat tiga bahan dasar injeksi beton yang populer di masyarakat. Ketiga material tersebut telah diuji oleh para tenaga ahli dan terbukti berhasil memperbaiki beton bocor. Ikuti ulasannya di bawah ini.

1. Semen

Salah satu material populer untuk mengisi alat injeksi beton ialah semen atau dikenal dengan istilah asingnya cementious grouting. Metode ini ekonomis untuk solusi perbaikan keretakan baik pada permukaan maupun lapisan bagian dalam dari konstruksi bangunan beton.

Namun, kekurangan dari injeksi beton, dengan penggunaan semen adalah proses pengaplikasiannya yang agak rumit serta risiko penyusutan setelah jangka waktu sekian lama. Hal ini akan menyebabkan terjadinya kebocoran kembali. Meski demikian, tekstur semen yang padat sangat sesuai untuk mengisi keretakan beton berukuran besar.

2. Epoxy Resin

Bahan baku untuk injeksi epoxy yang satu ini termasuk unggul di kelasnya, karena kuat, praktis, dan dapat digunakan untuk tujuan artistik. Epoxy resin biasanya digunakan untuk bahan perekat lantai di mal, gedung perkantoran, pabrik, dan masih banyak lagi. Bagi para seniman, bahan ini populer digunakan sebagai media untuk membuat lukisan, patung, dan produk kreativitas lainnya.

Mempertimbangkan ketahanannya, epoxy resin juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan injeksi beton untuk menambal keretakan pada konstruksi bangunan. Bentuknya cairan sehingga mudah diaplikasikan pada keretakan beton dan lebih cepat mengering dibandingkan semen.
Hanya saja, bahan ini lebih cocok untuk menambal retakan kecil saja. Meski begitu, kekuatannya layak diperhitungkan untuk mencegah rembesan air pada beton.

3. Polyurethane

Alternatif lainnya adalah polyurethane yang pada umumnya digunakan untuk injeksi Polyurethane pada keretakan yang sangat kecil. Bentuknya yang seperti busa memang lebih sesuai untuk menambal keretakan berukuran garis atau rambut saja (kurang lebih 0,5mm – 3mm).

Kelebihan polyurethane adalah penerapannya yang praktis, seperti menyuntikkan cairan epoxy resin pada keretakan lapisan beton. Anda dapat menggunakan bahan injeksi beton ini pada kolam renang, rumah, gedung, lantai, basement, hingga jembatan dan terowongan.

Tiga bahan baku utama injeksi beton yang telah disebutkan di atas dapat diencerkan dan dicampur untuk mencapai tingkat kekuatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pilihlah bahan yang paling tepat untuk mengatasi keretakan atau kebocoran pada konstruksi beton bangunan Anda dan dapatkan hasil yang optimal.
Fad
Fad Blogger "Jeme Kite". Menyukai blog dari 2018 dan belum bisa Fokus. Hanya membahas topik ringan dan seputar pekerjaan. Belum tergabung dengan komunitas blogger dengan baik. Semoga kedepannya menemukan teman baru.