Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jenis Waterproofing untuk bangunan | Jangan Sampai Salah Pilih !!

Jenis Waterproofing

Jika Anda menilai bahwa sebuah bangunan bisa berdiri kokoh hanya karena material konstruksi saja, coba pikir ulang. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan, dan salah satu faktor yang paling penting adalah waterproofing, atau proses melapisi konstruksi bangunan dengan menggunakan lapisan material pelapis anti bocor. Apalagi untuk bagian dak bangunan, memerlukan jenis waterproofing yang kuat untuk berbagai kondisi dan pengaruh cuaca. 

Dengan berbagai jenis waterproofing dan cara menggunakan yang sangat beragam. Dan akan kita bahas satu persatu sampai tuntas sehingga anda dapat memahami pengertian dan fungsi dari pelapis anti bocor serta cara penggunaannya dengan tepat.

Secara harfiah, Waterproofing adalah proses melapisi struktur bangunan untuk membuatnya kedap atau tahan air. Pada umumnya, Anda bisa menemukan proses pelapisan tersebut pada area yang rentan terkena air, seperti Atap dak beton, basement, atap, dinding terluar gedung, tempat penampungan air, dan sebagainya.

Air bisa masuk ke dalam bangunan melalui celah terkecil sekalipun, dan membuat permukaannya menjadi korosi dan menimbulkan masalah bangunan bocor yang berakibat bangunan menjadi kusam, bau dan parahnya bisa memperpendek umur bangunan.

Jika menelisik ulang, prosedur ini tak hanya menahan air dan mencegahnya merembes ke permukaan bangunan, tapi juga menahan keutuhan dan menjaga ketahanan bangunan itu sendiri dari kerusakan permanen yang bisa saja muncul dari resapan air. Fungsi utama pelapis anti bocor inilah yang membuat banyak perusahaan dibidang konstruksi menawarkan jasa dan pemasangan waterproofing kepada setiap pemilik bangunan.

Jenis Waterproofing dan proses aplikasi dalam Konstruksi Bangunan

Jenis Waterproofing
Meski memiliki fungsi yang sangat penting, faktanya masih banyak pemilik bangunan yang kerap mengabaikan proses pemasangan pelapis anti bocor. Dan mereka menyesalkan keadaan ini kemudian hari karena baru menyadari betapa pentingnya perlindungan bangunan dari masalah kebocoran. Dan yang lebih menyedihkan, banyak pemilik bangunan yang salah dalam menentukan jenis waterproofing. Sehingga material tidak bekerja dengan maksimal. Jangan sampai anda menjadi salah satunya.

Mungkin pada awalnya, menyepelekan prosedur tidak menimbulkan masalah. Namun, tunggu sampai Anda melihat dengan jelas perbedaan bangunan yang terdapat material kedap air dan yang tidak. Tentunya terlihat perbedaan menyolok antara keduanya.

Berikut adalah ciri-ciri paling umum yang tampak pada bangunan tanpa lapisan waterproof:
  1. Permukaan dinding terasa lembap, basah, dan terlihat lapuk
  2. Tumbuh lumut dan jamur pada permukaan dinding atau atap
  3. Lantai terasa licin dan lembap
  4. Dalam kasus yang ekstrem, akan terjadi kebocoran pada atap bangunan
Biasanya, tanda-tanda tersebut tidak tampak pada awal bangunan berdiri. Namun, akan sangat sulit melakukan perbaikan jika sudah terlambat. Hal itu juga bisa membuat penghuni bangunan tidak nyaman, serta menimbulkan kerugian secara materi.

Bila semakin berlarut, tentu saja konstruksi bangunan yang Anda tempati semakin lapuk dan tidak awet. Bahkan harga bangunan anda akan semakin turun harga bila terlihat bocor, bau dan kusam. Hal seperti ini harusnya tidak perlu terjadi apabila anda tidak mengabaikan betapa pentingnya melindugi bangunan dari masalah bocor.

Oleh karena itu, waterproofing memberikan solusi sebagai tindakan pencegahan sebelum hal-hal tadi menimpa bangunan Anda, terutama jika melakukannya dari awal pada saat proses konstruksi masih berlangsung. Ini akan lebih baik daripada harus memperbaiki kerusakan kemudian hari. Seperti pepatah bilang "lebih baik mencegah daripada mengobati", dan pepatah ini berlaku untuk kondisi bangunan anda.

Jika teraplikasi dengan benar, Anda akan mendapat keuntungan dari melakukan waterproofing, seperti:
  1. Melindungi dinding dari cairan. Dengan sifatnya yang anti air, dinding tidak mudah lembap, terutama pada bagian luar yang langsung terkena hujan.
  2. Dengan lapisan waterproofing, dinding lebih terlindungi dari polusi dan perubahan cuaca, sehingga cat bisa menempel dengan lebih baik, dan membuat eksterior tampak cantik.
  3. Atap menjadi antibocor dan lebih awet. Ini adalah salah satu keuntungan terbesar dalam mengaplikasikan lapisan kedap air; atap yang bocor membuat air mudah masuk ke dalam rumah dan merusak struktur bangunan serta perabot di dalamnya. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus, struktur bangunan akan rusak secara perlahan.
  4. Lantai menjadi antilicin dan terhindar dari jamur dan kotoran.
  5. Bangunan memiliki nilai properti yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan Anda memiliki ketahanan yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh polusi air.
  6. Menguntungkan secara materi. Melapisi bangunan dengan proses Waterproofing dari awal memperkecil risiko renovasi atau perbaikan akibat kondisi insidentil seperti hujan lebat yang bisa membuat air merembes ke dalam bangunan.
Bisa dilihat, bahwa keuntungan terbesar adalah membuat bangunan Anda awet dan lebih kuat. Anda pun bisa memilih beragam jenis dan metode Waterproofing yang saat ini tersedia, tergantung dari kebutuhan bangunan dan bujet. Ada yang prosesnya menggunakan kuas atau roll, ada yang menggunakan trowel, ada pula yang menggunakan mesin penyemprot atau sprayer.

Jika Anda berencana mengaplikasikan proses ini, kenali jenis-jenisnya terlebih dahulu sebelum memilih. Masing-masing prosedur memiliki teknik, proses pengerjaan, kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, untuk lebih jelasnya, berikut adalah penjelasan dari beberapa jenis Waterproofing yang umum terdapat pada bangunan.

Membrane Bakar | Kenali Jenis Waterproofing Bakar

Jenis Waterproofing Bakar

Membrane bakar merupakan salah satu metode Waterproofing yang paling banyak, karena paling kuat dan tahan lama dalam melindungi bangunan Anda. Dengan melalui proses torch-on, Pelapis anti bocor jenis ini menggunakan bahan dasar Atactic Poly-Propylene (APP) modifikasi bitumen atau aspal modifikasi.

APP ini memiliki karakteristik yang kuat dan fleksibel, serta mampu menahan kondisi cuaca ekstrem.
Selain berbahan dasar APP, ada pula Membrane bakar yang berbahan dasar Styrene Butadiene Styrene (SBS) yang juga memiliki karakteristik yang fleksibel.

Material pelapis kedap air ini sangat kuat karena terdapat lapisan serat polyester non-woven yang meningkatkan elastisitas dan fleksibilitas hingga 40% saat pemasangan.

Permukaan bahan membrane bakar berlapis bahan semacam pasir atau polimer modifikasi khusus yang tahan terhadap cuaca luar dan membuat permukaan bangunan lebih kokoh. Bagian bawah materialnya memiliki lapisan polyethylene yang membuat proses pemasangan jadi lebih mudah.

Nah, untuk pemasangannya sendiri, Waterproofing membrane bakar relatif lebih rumit jika berbanding jenis lain, yakni dengan cara melakukan pemanasan dengan cara bakar atau melalui proses torching, baru kemudian menempelkannya pada permukaan beton. Proses ini membutuhkan tenaga kerja yang ahli dalam bidangnya.

Pada pasaran, bentuknya menyerupai lembaran dalam bentuk gulungan, dan cara aplikasinya mirip seperti pemasangan wallpaper pada tembok; hanya saja harus melalui proses pembakaran terlebih dahulu.

Tipe membrane bakar merupakan rekomendasi antibocor paling cocok untuk bangunan yang memiliki dominasi struktur beton.

Kebanyakan, area yang membutuhkan lapisan antiair jenis ini adalah bagian bawah tanah gedung, atap beton, kamar mandi, kolam renang, atau pada setiap sisi bangunan, baik pada area tertutup maupun pada area luae yang terekspos cuaca secara langsung.

Langkah-langkah Pemasangan Membrane Bakar

Jika Anda ingin menggunakan jenis waterproof ini, ada beberapa hal yang perlu  menjadi perhatian. Jangan sampai salah melakukan prosedur; alih-alih membuat bangunan kedap air, malah terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya menimbulkan kebakaran saat proses aplikasi. Karena waktu pemasangan material membrane bakar sebagian prosesnya menggunakan api yang cukup besar. Sebaiknya sediakan alat pemadam kebakaran tidak jauh dari lokasi pekerjaan.

Berikut adalah proses pemasangan roll membrane bakar :

Cek permukaan beton sebelum aplikasi Membrane Bakar

Sebelum Anda menempelkan gulungan membrane, pastikan permukaan beton telah siap, bersih, bebas dari air dan minyak dan permukaan beton yang rata tanpa kotoran yang menempel pada bagian atasnya. Hal ini bertujuan untuk mengecek apakah ada permukaan bangunan yang butuh direparasi, dan memastikan permukaan tidak berlubang atau rata.

Anda juga perlu membersihkan permukaan beton dari debu dan kotoran karena akan memengaruhi hasil akhir pengerjaan Waterproofing. Jika ternyata ditemukan lubang atau kerusakan, diperlukan tambahan waktu untuk memperbaiki sebelum melapisi dengan gulungan membrane.

Proses Primer Sebelum Aplikasi Membrane bakar

Proses Primer Sebelum Aplikasi Membrane bakar
Primer adalah proses melapisi permukaan bangunan dengan lapisan primer menggunakan kuas, roller, ataupun alat semprot. Proses ini diperlukan untuk menyiapkan permukaan beton supaya lebih halus, rata, dan memiliki efek sebagai segel agar bangunan terhindar dari jamur.

Namun sebelumnya, pastikan Anda memilih bahan primer yang kompatibel dengan bahan bitumen (bitumen primer).

Setelah Anda membuat lapisan primer, diamkan selama kurang lebih 1 jam di bawah sinar matahari untuk mengeringkan permukaannya.

Memasang lapisan Membrane Bakar

Saat akan memasang lapisan Waterproofing membrane bakar, pastikan Anda menggunakan sarung tangan dan sepatu bot karena prosedurnya yang melibatkan proses pembakaran (torching).

Ada dua tahap yang harus anda lalui saat memasang lapisan membrane ini. Pertama, bentangkan gulungan membrane pada bagian atas permukaan bangunan yang teraplikasi primer ambil langsung melakukan proses kedua, yakni pembakaran.

Saat melakukan pembakaran, perlu anda ketahui bahwa proses torching ini cukup rumit. Jika api terlalu panas, serat atau fiber dalam gulungan membrane bisa terbakar. Tapi jika kurang panas, gulungan membrane tersebut tidak akan bisa mencair.
Oleh karena itu, Anda harus menggunakan pengaturan panas yang pas saat melakukannya.

Rapikan Lapisan Setiap Sisi Membrane Bakar

Untuk memastikan bahwa setiap sambungan lapisan Membrane bakar sudah terpasang dengan benar, Anda harus melakukan treatment tambahan.

Mengingat bentuknya yang berupa gulungan, pastikan setiap sisi akhir sambungan terdapat jarak atau overlapping sebesar 10 cm. Hal ini berfungsi untuk mencegah adanya cairan yang masuk pada celah-celah sambungan jika tidak terdapat overlapping.

Penasaran mau lihat cara pemasangan membarane bakar ? anda dapat menonton video berikut ini


Proses Quality Check Membrane Bakar

Selanjutnya, proses yang tak kalah penting saat instalasi membrane bakar adalah quality check (QC). Prosedur ini bertujuan untuk mengecek apakah pemasangan gulungan membrane sudah benar dan berfungsi dengan baik.

Salah satu cara yang paling penggunaanya adalah dengan membanjiri permukaan membrane yang telah terpasang dengan ketinggian tertentu. Jika ingin lebih efektif, Anda bisa melakukan proses ini selama 1-2 hari. Cukup lama, ya? Tentu saja.

Karena tujuan Waterproofing membrane bakar adalah melindungi bangunan Anda dalam waktu yang lama, sehingga proses ini perlu untuk melihat apakah ada kebocoran atau potensi kebocoran dari pemasangan tersebut.

Melapisi Membrane dengan pelindung ultaviolet

Dengan karakteristik materialnya, gulungan membrane untuk menangkal kebocoran memiliki sensitivitas tinggi terhadap sinar ultraviolet.

Untuk itu, proses terakhir dalam pengerjaan membrane bakar membutuhkan lapisan pelindung UV berupa screed penutup dengan ketebalan sekitar 2 cm sampai 3 cm.

Proses finishing ini bisa melindungi lapisan membrane dan membuat performanya lebih tahan lama.

Jenis Waterproofing membrane bakar sangat ideal jika teraplikasi pada permukaan beton untuk mencegah kebocoran air. Selain itu, lapisannya yang kuat juga bisa memperkokoh ketahanan beton, karena kuatnya daya rekat antara lapisan primer dan lapisan membrane.

Selain kelebihan tersebut, berikut beberapa kelebihan lain dari proses pelapisan menggunakan membrane bakar yang perlu Anda ketahui:
  • Tahan terhadap cuaca ekstrem
  • Kuat menahan tingkat kelembapan yang tinggi
  • Memiliki ketahanan yang kuat terhadap bahan kimia
  • Memiliki tingkat fleksibilitas tinggi dalam kondisi cuaca apapun
  • Materialnya kuat, fleksibel, elastis, stabil, dan mampu menahan benturan keras sehingga tidak mudah rusak
  • Bisa terpasang pada area terbuka maupun tertutup
  • Mampu beradaptasi dengan perubahan permukaan beton seperti penyusutan dan pergerakan.
  • Mudah melakukan perbaikan. Berbanding dengan jenis Waterproofing yang lain, membrane bakar cenderung paling mudah memperbaiki kerusakannya. Proses perbaikannya pun cepat, murah, dan mudah.
Dengan banyaknya kelebihan lapisan membrane bakar, prosedur ini juga memiliki kekurangan. Prosesnya yang melibatkan torching memiliki risiko kebakaran yang cukup tinggi, apalagi jika proses pengerjaanya oleh tenaga yang tidak profesional.

Kekurangan lain adalah adanya kemungkinan sambungan gulungan yang putus, sehingga air bisa dengan mudah merembes ke dalam.

Dalam memilih jenis waterproofing Membrane Bakar, Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat bangunan berdiri. Membrane berbahan APP lebih tahan terhadap panas dan hujan, sedangkan membrane berbahan SBS lebih cocok penggunaanya pada lingkungan yang memiliki cuaca ekstrem sampai -20 derajat celsius.

Untuk karakteristiknya sendiri, bahan lapisan membrane ada yang memiliki permukaan polimer, berlapis pasir, atau berlapis batu. Rata-rata, gulungan membrane yang tersedia memiliki ketebalan antara 3 mm dan 4 mm.

Sebagai tambahan informasi, Anda dapat membaca artikel tentang membrane bakar di website omfad.id yang secara khusus banyak membahas tentang Membrane bakar pada atap dak beton. Silahkan klik link yang tertera.

Jenis Waterproofing Coating dan cara penggunaanya

Jenis Waterproofing Coating
Jika proses pelapisan dengan membrane bakar paling cocok diaplikasikan pada permukaan berbahan beton dengan area pengerjaan yang luas, Waterproofing coating bisa bekerja dengan baik di permukaan berstruktur apa saja, termasuk beton, galvalum, serta kayu.

Cara ini merupakan salah satu prosedur untuk melindungi bangunan Anda dari rembesan air menggunakan bahan berbahan dasar polimer.

Pada umumnya, Jenis Waterproofing coating banyak ditemukan untuk melindungi permukaan bak, tangki penyimpanan air, dinding, serta atap. Tidak seperti gulungan membrane, bahan pelapis jenis ini berbentuk menyerupai cat, namun memiliki karakteristik yang lebih kental dan kenyal.

Meski bentuknya seperti cat, pelapis ini memiliki kekuatan perlindungan yang cukup tinggi, dan mampu membuat bangunan Anda lebih kokoh serta tahan lama dan menahan kebocoran air.

Jika melihat dari materialnya, prosedur pengaplikasian Waterproofing coating pun hampir sama dengan mengecat, yakni menggunakan kuas. Jika Anda mencari pelapis jenis ini, paling banyak yang bisa dapatkan adalah berbahan dasar akrilik yang berbentuk cairan polimer.

Namun, ada juga coating yang berbahan dasar semen. Jenis ini biasanya untuk melapisi struktur bangunan yang sudah mengalami kebocoran. Caranya, campurkan semen dengan larutan cairan, kemudian aplikasikan pada bagian yang perlu perbaikan.

Berbandingkan dengan jenis Waterproofing lainnya, proses coating paling sederhana. Meski demikian, proses pengerjaannya tidak bisa dengan sembarangan dan tenaga kerja konstruksi biasa. Pekerjaan ini memerlukan tenaga ahli yang profesional.

Proses Pengerjaan Waterproofing Coating

Pada tahapan pekerjaan waterproofing, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian agar mendapatkan hasil yang maksimal. Anda perlu mengawasi tahapan pekerjaan ini dengan teliti. Jangan sampai kesalahan yang tidak seberapa tetapi menimbulkan akibat yang patal dikemudian hari. Salah satunya ada;ah bangunan masih mengalami masalah bocor padahal sudah terpasang lapisan waterproofing pada area tersebut.

Pastikan permukaan bangunan bersih.

Langkah pertama ini merupakan hal mendasar yang memerlukan perhatian khusus sebelum Anda memulai proses pengerjaan Waterproofing. Singkirkan debu, minyak, atau kotoran lain yang menempel pada permukaan bangunan sebelum melapisinya dengan material apa pun.

Aplikasikan pelapis antibocor

Setelah memastikan permukaan bangunan bersih dan steril, langkah selanjutnya adalah dengan mengaplikasikan cairan antibocor atau coating itu sendiri. Selain akrilik, cairan berbahan dasar modifikasi polyurethane juga kerap penggunaanya pada tahap ini. Coating tersebut berfungsi untuk mencegah air masuk atau merembes ke permukaan struktur bangunan. Lapisan ini juga cukup kuat untuk menahan genangan air supaya tidak merusak bangunan Anda.

Aplikasikan pelindung ultraviolet

Jika Anda melakukan proses Waterproofing coating pada bagian luar bangunan, proses yang satu ini tidak boleh terlewatkan. Melapisi coating menggunakan bahan yang mengandung polyester sangat membantu menanggulangi masalah kebocoran. Selain itu, cairan pelindung ini juga berfungsi untuk mencegah kerusakan coating dari radiasi sinar ultraviolet dan cuaca ekstrem. Kombinasi keduanya bisa menghasilkan perlindungan yang lebih kuat dan tahan lama berbanding dengan hanya mengandalkan cairan coating.

Tipe-tipe Waterproofing Coating

Menurut proses pengerjaannya, Jenis Waterproofing coating terbagi menjadi dua tipe, yaitu tipe exposed dan non-exposed. Secara harfiah, coating exposed memiliki arti sebagai proses pelapisan yang tahan terhadap sinar matahari atau cuaca.

Sebaliknya, coating non-exposed berarti proses pelapisan yang tidak tahan terhadap sinar matahari atau cuaca luar.
Pada umumnya, coating exposed lebih cocok terpasang pada struktur luar sebuah bangunan karena memiliki tingkat kekebalan dan ketahanan material yang tinggi seperti dek, atap, bagian luar bangunan atau area balkon.

Sedangkan coating non-exposed lebih pas jika pemasangannya pada area terlindung seperti ground tank, toilet, atau kolam renang.

Tentu saja, pilihan akhir ada pada tangan Anda. Sesuaikan dengan kebutuhan dan struktur bangunan yang Anda miliki sebelum menentukan jenis coating yang ingin anda gunakan.

Kelebihan Waterproofing Coating

Kelebihan Waterproofing Coating

Selain kemudahan proses pengerjaannya, pelapisan jenis ini banyak dipilih para pemilik bangunan karena memiliki beberapa keunggulan lain, yaitu:
  • Antiaus dan nonabrasi. Waterproofing coating berbahan dasar polimer memiliki sifat antiaus dan antiabrasi yang tinggi. Hal ini akan membantu Anda melindungi bangunan dengan baik, dan tahan terhadap air, bahan kimia, serta oksidasi.
  • Waterproofing coating tidak menambah beban bangunan. Keuntungan lain dalam mengaplikasikan proses coating adalah tidak memengaruhi sifat dasar bahan. Dampaknya kecil dan tidak mengurangi kekuatan mekanis bangunan Anda.
  • Proses pengerjaannya cenderung mudah dan tidak memerlukan perlengkapan khusus, proses pembersihan sangat mudah, dan bisa teraplikasi pada bagian dalam maupun luar bangunan.
  • Bahan-bahan banyak tersedia secara umum dengan harga yang lebih ekonomis, terutama jika berbanding dengan Waterproofing membrane bakar.
  • Anda bisa menentukan dosis pemakaian material sesuai dengan kebutuhan.
  • Lebih aman. Jika berbanding dengan Waterproofing jenis lain, coating merupakan alternatif paling aman; tidak mudah terbakar dan aman bagi pernafasan. Beberapa material pelapis antiair lainnya mengandung bahan stirena tinggi sehingga bisa berbahaya jika terhirup mahluk hidup.
Meski memiliki beberapa keunggulan, Waterproofing coating juga memiliki kelemahan. Teknik ini tidak sekuat gulungan membrane jika penilaian dari segi ketahanan dan keawetannya.

Jenis Waterproofing Integral dan cara aplikasinya

Jenis Waterproofing Integral

Jenis Waterproofing selanjutnya yang perlu Anda ketahui sebelum mengaplikasikannya pada bangunan adalah Integral. Tidak seperti kedua jenis pelapis anti bocor sebelumnya, proses pelapisan ini pengerjaanya tidak saat struktur bangunan sudah jadi, melainkan saat proses pembangunan tengah berlangsung.

Pada dasarnya, jenis pelapisan ini terciptakan untuk memperbaiki sifat beton yang berfungsi sebagai material dasar sebuah bangunan. Beton memiliki karakteristik berpori yang membuat cairan mudah masuk, meresap, dan jika berlangsung lama, akan merusaknya strukturnya secara perlahan.

Oleh karena itu, integral terbuat dari bahan additive (admixture) yang tercampur ke dalam adukan beton dengan tujuan membuatnya watertight.

Pengerjaan proses ini kebanyakan terdapat pada area basement, kolam, ground water tank, dan sebagainya.

Tipe-tipe Waterproofing Integral

Melihat dari penggunaan bahan untuk memperkuat struktur beton pada bangunan, Integral memiliki dua tipe, yaitu:
  • Bahan plasticiser
Penggunaan material  dalam proses pelapisan beton integral yang pertama adalah mengandung plasticiser dengan sistem hydrophobic dengan bahan utama seperti viscocrete dan conplast.

Fungsi utama dari material yang mengandung plasticiser adalah untuk meningkatkan kemampuan performa beton dan meningkatkan sifat kohesif.

Selain itu, senyawa yang terkandung pada bagian dalamnya juga bisa membantu mengurangi permeabilitas dalam campuran semen yang Anda gunakan.
  • Integral kristalisasi
Tipe kedua dari Waterproofing integral adalah menggunakan material khusus berupa cairan yang menghasilkan struktur kristal. Cara kerja material yang satu ini adalah dengan cara menutup dan mencegah pergerakan dan rembesan air, dengan cara memblok pori-pori alami dari beton itu sendiri.

Teknologi kristalisasi ini juga membantu mencegah korosi pada beton, dengan pemanfaatan sistem kerja yang mirip dengan proses hidrasi beton. Proses kimia akan membentuk kristal nano untuk mengisi pori-pori, kapiler dan retakan garis pada beton.

Kristal-kristal tersebut akan terus terbentuk selama beton belum mengering, dan jika ada rembesan air melalui retakan beton, proses kristalisasi akan terjadi lagi.

Hal ini menyebabkan waterproof integral kristalisasi lebih disukai oleh kebanyakan pemilik bangunan, karena beton memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan melakukan penyegelan pori-pori sendiri. Ini adalah salah satu keunggulan yang unik dari proses kristalisasi.

Proses Pengerjaan Waterproofing Integral

Prosedur pengaplikasian Waterproofing integral tergolong gampang-gampang susah. Anda tinggal mencampur bahan admixture dengan rasio sekitar 4-6 liter per meter kubik (m3) beton. Perlu perhatian khusus, bahwa Anda harus menjaga bahan campuran tidak kering sebelum teraplikasi pada bangunan.

Supaya seluruh bahan bisa tercampur dengan baik, pastikan seluruh komponen bekerja dengan semestinya, seperti vibrator mekanis, konstruksi bekisting yang kuat dan tidak ada kebocoran, dan sistem dewatering yang terus berjalan.

Keunggulan Waterproofing Integral

Dengan karakteristik penggunaan material , Waterproofing integral memberi keuntungan yang besar bagi para pemilik bangunan; beton menjadi kedap air dan performanya lebih tahan lama. Selain itu, ada pula keunggulan lain dengan mengaplikasikan metode ini pada bangunan Anda, seperti:
  • Proses pengerjaannya sederhana. Tidak seperti jenis Waterproofing lainnya, integral tidak memerlukan prosedur rumit seperti pembersihan area kerja. Cukup tuangkan material sesuai dengan komposisi yang pas ke dalam mesin mixer.
  • Lebih cepat dan efisien. Waktu untuk membuat struktur beton Anda menjadi kedap air dengan metode integral ini jauh lebih efisien; tanpa torching, pengecatan, pembersihan, dan sebagainya.
  • Pengerjaan harus sesuai prosedur mixing yang benar, hasil akhirnya bisa kuat, solid, dan tahan lama. Bahkan, persentase jaminan untuk Waterproofing jenis ini lebih dari 90%. kebocoran bisa terjadi hanya jika ada retakan pada beton setelah bangunan berdiri.
  • Material  bersifat integral sehingga menyatu dengan beton dan seketika memblokir kebocoran.
  • Meningkatkan plastisitas beton dan mengurangi kemungkinan terjadinya keropos saat proses pengerjaan berlangsung.
Tak hanya keunggulan, pengaplikasian integral lebih murah karena Anda tidak memerlukan lapisan plester pelindung. Namun demikian, prosedur ini tidak cocok pada bangunan yang banyak memiliki sambungan stop cor (joint). Selain itu, proses renovasi bisa jadi sangat mahal jika terjadi keretakan beton.

Waterstop | Kenali Jenis Waterproofing Untuk Area Basement

Waterstop | Kenali Jenis Waterproofing Untuk Area Basement

Kita telah membahas jenis-jenis Waterproofing yang ideal untuk diaplikasikan pada beton guna mencegah terjadinya kebocoran atau rembesan air pada bangunan. Nah, Produk selanjutnya sangat pas untuk melapisi bangunan pada area sambungan beton.

Waterstop memiliki fungsi utama untuk menghentikan laju air sehingga tidak merembes ke lantai dan permukaan beton dan membuatnya korosif. Seringnya, teknik ini teraplikasikan pada sambungan bangunan, seperti pada construction joint, expansion joint, serta contraction joint.

Area sambungan pada sebuah bangunan sangat rentan terkena kebocoran, karena proses pasca pengecoran sangat besar kemungkinannya meninggalkan celah. Waterstop memiliki beberapa jenis, tapi yang paling banyak penggunaanya adalah PVC dan swellable Waterstop. Berikut penjelasannya.

PVC Waterstop

Jenis pertama dari Waterstop menggunakan material berbahan polyvinylchlorise (PVC) yang memiliki karakteristik tahan lama, awet, serta memiliki sifat kelenturan yang tinggi. Penggunaan PVC untuk menghentikan resapan air tersedia dalam berbagai jenis dan ukuran, tinggal sesuaikan dengan kebutuhan bangunan, baik bergerak atau tidak bergerak.

PVC Waterstop

Kebanyakan, proses aplikasi Waterstop PVC banyak terdapat pada area-area seperti bak air, bendungan, waduk, terowongan, gorong-gorong, basement, kolam renang, jalan bawah tanah, saluran air, penampungan limbah, jembatan, atap beton, serta sambungan struktur sebuah gedung. Prosedur ini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan bangunan supaya tidak mudah mengalami kerusakan karena resapan air.

Keunggulan PVC Waterstop

Waterstop PVC memiliki ketahanan untuk membuat bangunan Anda terhindar dari kerusakan air sampai beberapa dekade lamanya. Selain itu, berikut adalah keuntungan lain yang Anda dapatkan jika memasang sambungan PVC pada beton:
  • Memiliki ketahanan tinggi terhadap air alkali, klorin, minyak, asam, air laut, dan zat kimia lainnya
  • Memiliki elastisitas dan impermeabilitas yang tinggi
  • Tidak mengubah ketahanan struktur beton
  • Tidak menimbulkan gesekan dengan logam dari struktur bangunan sekitarnya
  • Kuat menahan tekanan hidrostatik, menahan pergeseran beton, dan sambungannya
  • Pemasangannya mudah dan materialnya banyak tersedia
Cara Pemasangan PVC Waterstop
Secara umum, prosedur pemasangan PVC Waterstop cukup mudah yakni dengan memasang gulungan PVC pada setiap sambungan beton.

Untuk lebih jelasnya, berikut langkah-langkah yang bisa Anda lakukan:
  1. Buka gulungan PVC Waterstop dan luruskan sampai rata
  2. Lakukan pengecekan apakah ada bagian yang retak atau rusak.
  3. Letakkan PVC sesuai posisi pemasangan, dan pastikan setengah lebarnya tertanam atau tertahan pada tulangan besi/beton
  4. Ikat menggunakan kawat pada tulangan baja dengan kuat, dan pastikan tidak ada pergeseran
  5. Tuang campuran beton
Meski praktis, faktanya pemasangan PVC membutuhkan kehati-hatian. Jika tidak teliti, Anda bisa merusak materialnya saat proses penuangan beton berlangsung.

Swellable Waterstop

Jenis Waterstop kedua yang paling sering penggunaanya adalah swellable Waterstop, yakni proses untuk mencegah air merembes pada struktur bangunan menggunakan bahan yang terbuat dari komposisi bentonite.

Swellable Waterstop

Pada dasarnya, prinsip kerja prosedur swellable ini sama dengan pvc yaitu melindungi bangunan Anda dari kerusakan permanen akibat air yang masuk dari celah antara dinding beton dan lantai.

Bahan khusus yang terdapat dalam proses ini adalah bentonite yang mengandung butyl rubber compound. Dengan karakteristiknya, bahan ini akan memuai sampai dengan 300% lebih besar dari ukuran semula setelah beberapa hari bersentuhan dengan air, guna menghentikan laju air tersebut.

Proyek pengerjaan swellable Waterstop banyak terdapat pada konstruksi basement, tangki air, serta kolam renang.

Keunggulan Swellable Waterstop

Meski memiliki fungsi serupa, namun penggunaan bahan pada prosedur swellable memiliki keunggulan yang berbeda berbanding dengan PVC, antara lain:
  • Memiliki kandungan bahan additive khusus untuk menunda pengembangan terjadi
  • Proses pemasangannya cepat, praktis, dan efisien.
  • Penggunaan yang aman pada bangunan karena tidak langsung mengembang saat terkena air
  • Memiliki sifat bahan yang fleksibel dan mampu mengikuti tekstur permukaan beton
  • Awet dan tahan lama

Cara Pemasangan Swellable Waterstop

Berbanding dengan PVC, proses pemasangan swellable Waterstop sangat mudah dan cepat.
  • Lakukan pengecoran pada lantai beton, dan tunggu hingga kering dan mengeras
  • Pasang material swellable Waterstop pada sambungan antara dinding beton dan lantai
  • Setelah selesai, lakukan pengecoran pada area tersebut.
Sayangnya, bahan yang terdapat pada prosedur ini kurang awet dan tidak tahan terhadap cuaca ekstrem. Kepraktisan pemasangan Waterstop ini membuatnya banyak penggunaanya oleh para pemilik bangunan. Namun, Anda juga harus memperhatikan kekurangan dari masing-masing material dan memilih yang paling pas untuk bangunan Anda.

Jenis Waterproofing Spray dan keunggulannya

Teknik Waterproofing terakhir yang paling sering digunakan untuk melindungi struktur bangunan adalah Waterproofing spray atau teknik penyemprotan. Prosedur ini tidak sama dengan proses coating, karena menggunakan bahan yang berbeda.

Jika berbanding dengan proses coating, teknologi spray lebih up-to-date dan modern. Selain itu, Anda juga tidak perlu repot-repot mengecat permukaan bangunan; cukup gunakan alat penyemprot yang praktis.

Bahan yang paling sering penggunaanya untuk melindungi struktur bangunan Anda dengan metode semprot adalah poliurea, sejenis elastomer yang terbuat dari reaksi pertemuan senyawa kimia isosianat dan campuran amina.

Kebanyakan, Waterproofing spray pengaplikasiannya pada permukaan bangunan seperti pada kolam renang, akuarium, instalasi pipa, gudang, jembatan, terowongan, atap, balkon, dan sebagainya.

Jenis-jenis waterproofing Poliurea

Melihat dari karakteristik senyawanya, poliurea memiliki dua jenis utama, yaitu poliurea alifatik dan poliurea aromatik. Poliurea aromatik memiliki sifat senyawa yang tidak tahan terhadap sinar ultraviolet dan harganya pun cenderung lebih murah.

Material ini lebih cocok sebagai lapisan dasar, ketimbang top coat. Jenis poliurea kedua adalah jenis alifatik, yang sifatnya lebih tahan terhadap perubahan cuaca, sinar ultraviolet, dan lebih awet.

Bahan ini lebih pas jika teraplikasi pada lapisan terluar bangunan untuk menghasilkan perlindungan yang tahan lama. Oleh karena itu, poliurea alifatik lebih sering penggunaanya pada proses spray

Keunggulan Penggunaan Waterproofing spray dengan Bahan Poliurea

Dari segi ketahanan dan keawetannya, pelapis bangunan jenis ini cukup mampu menahan perubahan cuaca dan terik matahari. Selain itu, masih ada beberapa keunggulan yang membuat bahan poliurea banyak peminatnya, antara lain:
  • Proses penyemprotan yang gampang, dan kandungannya cepat kering atau memerlukan sekitar 2 sampai 5 menit saja
  • Memiliki ketahanan yang kuat terhadap goresan dan abrasi
  • Memiliki ketahanan yang kuat terhadap perubahan cuaca
  • Dapat terpasang pada permukaan bangunan dengan suhu dan tingkat kelembapan beragam
  • Memiliki ketahanan yang kuat terhadap panas antara 130 derajat sampai dengan 220 derajat Celsius
  • Anda bisa mengontrol ketebalan lapisan sesuai yang keinginan
  • Sangat kuat melapisi permukaan bahan kayu, semen, beton, bahkan logam
Sebetulnya, ada beberapa bahan Spray lain yang bisa Anda gunakan seperti material berbahan dasar epoksi dan polyurethane.

Namun, keduanya tidak sebaik poliurea dari segi ketahanan terhadap suhu, tekanan, bahan kimia, serta kelembapan. Bukan itu saja, poliurea memiliki waktu kering paling cepat dari epoksi dan polyurethane.

Jenis Waterproofing spray dan cara Aplikasinya

jenis waterproofing
Dalam prosedur pengerjaan Spray, ada 3 cara umum yang biasa digunakan, yaitu metode penyemprotan tegangan tinggi, pelapisan dengan metode warm spray, dan metode penyemprotan tegangan rendah atau cold spray.

Anda bisa memilih metode yang mana pun, sesuai dengan kondisi permukaan bangunan yang akan aplikasi waterproofing spray.

Pada permukaan tertentu seperti struktur pipa yang kecil dan tersembunyi, Anda bisa melakukan pelapisan dengan menggunakan roller. Sebelum memulai proses penyemprotan, Anda harus menyiapkan permukaan struktur bangunan terlebih dahulu, yakni dengan membersihkannya dari kotoran, minyak, dan komponen lain yang menempel dan bisa saja mempengaruhi proses spraying. Selain kemudahannya, ternyata Waterproofing Spray juga memiliki sedikit kekurangan.

Proses pengeringannya yang cepat bisa jadi membuat proses menempelnya bahan kurang sempurna. Oleh karena itu, jangan lupa untuk melakukan pembasahan secara menyeluruh pada permukaan bangunan terlebih dahulu.

Itulah beberapa jenis Waterproofing yang sering terpasang pada struktur bangunan untuk membuatnya kedap air.

Dengan berbagai kelebihan dan penjelasan mengenai proses pengerjaannya, Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk diaplikasikan pada bangunan yang Anda miliki.
Tentu saja, jangan lupa untuk memperhitungkan beberapa kelemahan masing-masing metode untuk mengukur efisiensi dan efektivitas pengerjaan.

Fad
Fad Blogger "Jeme Kite". Menyukai blog dari 2018 dan belum bisa Fokus. Hanya membahas topik ringan dan seputar pekerjaan. Belum tergabung dengan komunitas blogger dengan baik. Semoga kedepannya menemukan teman baru.