Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Lebih Jauh Tentang Pekerjaan Waterproofing dan Jenisnya

Waterproofing merupakan salah satu metode yang diterapkan pada konstruksi bangunan, guna mengatasi atau mencegah masalah kebocoran. Maka dari itu, waterproofing juga sering disebut sebagai pelindung anti-bocor karena mampu membuat sebuah objek menjadi lebih kedap air.

pekerjaan waterproofing

Dalam pengaplikasiannya, waterproofing sendiri biasanya diterapkan pada bagian-bagian tertentu yang rentan mengalami masalah rembesan atau kebocoran, seperti misalnya konstruksi kolam renang, tangki air pendam, basement, sendi konstruksi, dan dak beton.

Nah, untuk lebih memperdalam wawasan Anda terkait pekerjaan waterproofing dan jenisnya, yuk baca ulasan di bawah ini!

Jenis-Jenis Waterproofing


Pekerjaan waterproofing dan jenisnya terbilang cukup beragam sehingga mudah disesuaikan kebutuhan bangunan. Meski demikian, jenis-jenis waterproofing di bawah ini adalah yang paling umum dijumpai:

Waterproofing Coating

Jenis pelindung anti-bocor ini memiliki bentuk cair sehingga biasanya diaplikasikan dengan cara dikuas atau menggunakan roller. Sepintas, bentuk waterproofing coating mirip cat, tetapi jauh lebih kental.

Sementara untuk pengaplikasiannya, sistem pelapis anti-bocor ini kerap dijumpai pada konstruksi galvalum, atap gedung, tangki penyimpanan air, dinding samping, serta talang beton.
Waterproofing coating juga terbagi atas dua jenis, yaitu:

Coating Exposed
Dalam penerapannya, metode waterproofing ini tidak lagi membutuhkan lapisan pengaman. Hal itu karena jenis coating exposed sudah dilengkapi dengan fitur ketahanan terhadap sinar matahari.

Coating Non-Exposed
Berbeda dengan jenis coating exposed, metode waterproofing ini masih membutuhkan pelapis tambahan untuk meningkatkan ketahanannya terhadap sinar matahari.

Waterproofing Membrane

Berdasarkan bahan dasarnya, waterproofing membrane dikelompokkan dalam dua jenis, yakni:

Membrane Bakar
Wujud dari waterproofing membrane bakar biasanya berupa gulungan atau lembaran. Bahan dasar pembuatannya adalah bitumen (aspal) yang sudah dimodifikasi, fiberglass, dan serat tulang non-woven polyester. Seperti namanya, jenis waterproofing ini diaplikasikan dengan cara dibakar dengan obor las.

Jadi, pada pengerjaannya, gulungan/lembaran pelindung anti-bocor akan dipanasi terlebih dahulu, baru setelah itu dibakar dan terakhir dilaminasi dengan perekat khusus.

Pengaplikasian waterproofing membrane bakar sendiri banyak dijumpai pada konstruksi dinding penahan, dek atap, teras, dan area balkon.

Membrane Cair
Jenis waterproofing ini berbentuk cair. Bahan dasarnya aspal dan biasanya diaplikasikan dengan cara dikuas atau menggunakan slaber karet.

Waterproofing Spray

Seperti tersemat pada namanya, metode waterproofing ini dilakukan dengan cara disemprot. Biasanya, waterproofing spray diaplikasikan pada dinding basement atau dak atap.

Integral Waterproofing

Pelapis anti-bocor ini dibuat dengan mencampurkan bahan kimia khusus ke dalam adonan beton. Pun, jenis waterproofing ini dianggap sebagai solusi terbaik untuk konstruksi beton.

Hal ini karena beton memiliki sifat mudah menyerap air dan kelembapan, sehingga sangat memerlukan pelapis anti-bocor yang baik. Oleh karena itu, integral waterproofing biasanya diterapkan pada area kolam renang, pelapis bak penampungan air, serta konstruksi basement.

Waterstop

Waterstop adalah metode perlindungan anti-bocor yang dilakukan dengan cara memasang sebuah sumbatan pada area yang ditargetkan. Material pembentuk pelapis anti-bocor ini terbagi atas dua jenis, yaitu yang berbahan swellable waterstop dan PVC.

Untuk jenis waterstop berbahan PVC, pemasangannya biasa diterapkan pada celah antara dinding dan lantai basement, konstruksi bendungan, atau fasilitas pembuangan air.
Sementara untuk swellable waterstop, pengerjaannya dilakukan pada lantai beton yang sudah dicor.

Jadi, setelah konstruksi lantai mengeras, swellable waterstop diletakkan pada celah sambungan dinding dan lantai.

Demikian ulasan tentang pekerjaan waterproofing dan jenisnya. Semoga bisa bermanfaat untuk memperluas wawasan, khususnya terkait jenis pelapis anti-bocor yang tepat untuk kebutuhan konstruksi bangunan Anda.