Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waterproofing Spray atau Coating? Begini Cara Terbaik untuk Memilihnya

Waterproofing merupakan sebuah metode yang digunakan untuk melapisi permukaan atap atau elemen bangunan lain untuk menghindari penetrasi air. Ada beberapa jenis waterproofing yang bisa dipilih, mulai dari membrane bakar, injeksi beton, water base coating, hingga polymer coating. Untuk melapisi permukaan dengan sistem Anda bisa menggunakan cara waterproofing spray dan juga coating waterproof dengan kuas.

Namun, manakah cara yang lebih baik untuk menghindarkan atap dan elemen lain dari penetrasi air? Sebelum memilih, mari kenali terlebih dahulu perbedaan waterproofing spray dan coating dengan menggunakan kuas.

Memahami Jenis Waterproofing dengan Spray dan Coating

lakukan dua kali penyemprotan

graco.com

Penggunaan metode spray untuk proses pelapisan biasa diaplikasikan pada jenis membrane bakar. Proses ini tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kuas karena zat yang disemprot adalah api.

Lapisan bitumen dipasang di permukaan atap beton, kemudian spray api akan merekatkannya agar kedap air. Proses pengerjaan waterproofing spray api ini cukup rumit dan tidak sembarangan orang bisa menggunakannya. Para pekerja pun diwajibkan menggunakan pakaian khusus saat melakukan waterproofing spray membrane bakar untuk melindungi diri dari api.

Metode spray juga bisa dipakai untuk sistem coating dengan polymer. Biasanya, sistem ini digunakan saat Anda ingin melapisi permukaan yang rentan terkena air, seperti atap basement, bak kamar mandi, atau waduk. Hal yang sama juga berlaku pada coating dengan bahan dasar air.

Mengukur Area untuk Aplikasi Waterproofing


concretesealerreviews.com

Luas area juga mempengaruhi metode waterproofing seperti apa yang sebaiknya Anda pilih. Jika Anda hanya ingin melapisi area yang kecil, seperti lantai kamar mandi, permukaan bak, atau dinding dapur kotor, sebaiknya Anda menggunakan waterproofing dengan metode kuas. Penggunaan metode spray untuk area yang sempit tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Sebaliknya, jika Anda ingin untuk menerapkan metode waterproofing ke area yang luas, akan lebih baik jika Anda memilih metode spray. Metode ini akan memberikan hasil yang lebih cepat dan tidak membuang-buang waktu Anda. Beberapa area yang cocok untuk pengaplikasian waterproofing spray antara lain adalah atap gedung, basement, dan juga waduk.

Peralatan Tambahan untuk Waterproofing


wrmeadows.com

Peralatan yang bisa Anda gunakan untuk waterproofing kuas hanyalah cairan anti-air dan tentu saja kuas. Anda bahkan bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Sementara itu, peralatan yang dipakai untuk waterproofing jenis spray cenderung lebih rumit. Anda membutuhkan peralatan spray khusus. Untuk kasus pelapisan seperti pada basement atau atap beton, Anda memerlukan bantuan dari tukang, itulah alasan mengapa biasanya metode waterproofing spray lebih mahal daripada waterproofing jenis kuas.

Mekanisme Pelapisan


constructionspecifier.com

Meskipun Anda bisa menggunakan metode kuas tanpa bantuan orang lain, tetapi ada mekanisme khusus yang sebaiknya Anda pahami supaya proses pelapisan ini menjadi lebih maksimal. Cat harus diaplikasikan secara merata dan searah. Proses pelapisan pun harus dilakukan minimal dua kali, dan pelapisan kedua harus dilakukan berlawanan arah dengan pelapisan pertama.

Proses pelapisan kedua dan pertama harus diberi jarak sekitar tiga dan empat jam agar lapisan pertama kering terlebih dahulu.

Sementara itu, proses spray cenderung lebih praktis karena bisa dilakukan tanpa harus menunggu lama. Proses ini lebih hemat waktu sehingga sering dipakai pada area yang luas.

Beda area, beda pula metode water spray yang bisa Anda pilih. Sebelum memutuskan apakah Anda mau menggunakan waterproofing spray atau coating dengan kuas, cermati kebutuhan Anda dan elemen bangunan mana yang ingin dihindarkan dari penetrasi air.