Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mbah Asrori Sang Dermawan dari Semarang

Mendengar namanya, sudah banyak yang mengenalnya. Nama beliau mencuat dan bahkan viral karena kedermawanannya. Bagaimana tidak, Mbah Asrori mampu membagikan sedikitnya 150 bungkus nasi setiap hari jumat. 

mbah-asrori


Dengan kemurahan hatinya ini, Mbah Asrori sampai sangat terkenal. Banyak media yang membahas tentang kehidupan sehari-harinya. 

Mungkin untuk sebagian orang, sedekah 150 bungkus nasi merupakan hal yang biasa. Dan yang menjadi luar biasa karena hal ini dilakukan oleh Mbah Asrori yang bukan berasal dari golongan kaya raya. 

Dengan penghasilan sebagai guru ngaji, beliau mampu membuktikan bahwa bersedekah dengan rutin tidak harus menunggu kita kaya raya. Selain itu, beliau membagikan nasi bungkusnya seorang diri menggunakan sepeda kumbang yang ia miliki. 

Dan yang lebih menakjubkan lagi, rutinitas ini bukan hanya sehari atau dua hari. Membagikan nasi bungkus setiap hari jumat sudah Mbah Asrori lakukan selama bertahun-tahun. Membayangkan hal seperti ini, saya jadi malu pada diri sendiri. 

Bagaimana bisa seorang guru ngaji yang berpenghasilan tidak terlalu besar melakukan hal ini ? 

Setiap selesai menerima gaji, beliau membelanjakan sebagian gajinya untuk beliau bagaikan kepada tetangga dan orang yang membutuhkan. 

Fakta lain, walau usianya tidak muda lagi. Suara Mbah Asrori saat membaca Al-Quran membuat kita merinding. Sangat jelas dan fasih. 

Dan yang terpenting, Mbah Asrori memberikan tips bagaimana cara agar belia tetap sehat dan bugar sampai usia lanjut. Berikut tips Mbah Asrori “ Lakukan tiga hal : Sedekah, Membaca Al-Quran dan Perbanyak Silaturahmi “ 

Dari kisah Mbah Asrori ini, kita ambil hikmahnya bahwa berbagi itu tidak harus menunggu kita kaya. Tergantung bagaimana niat. Penghasilan yang pas-pasan bukan berarti kita tidak bisa bersedekah.

Semoga kisah inspiratif ini menjadi pelajaran untuk kita agar bisa menjadi lebih baik lagi. Peduli dengan orang di sekitar kita dan mampu mengulurkan tangan untuk saling membantu dan saling rangkul untuk melakukan kebaikan.

Artikel ini bersumber dari Jamil Azzaini dengan judul : Mbah Asrori, 92 tahun Masih bugar

Post a comment for "Mbah Asrori Sang Dermawan dari Semarang "