Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pantai Papuma Jember | Rugi klo ga Mandi

pantai papuma jember
Berbeda dengan tulisan-tulisan sebelumnya, kali ini saya cuma ingin berbagi cerita tentang kawasan wisata pantai. Sebenarnya ini bukan unsur kesengajaan buat jalan-jalan, tapi saya sangat menikmati keindahan Pantai Papuma Jember ini. Dan saya tidak habis-habisnya mengagumi keindahannya.

Kita mulai cerita dari awal aja ya. Berawal dari niat untuk mencoba spot mancing di area pantai papuma. Akhirnya kita menikmati pemandangan indah dahulu baru kemudian akan kita lanjutkan mancing keesok harinya. Kita berangkat mancing nanti jam 4 subuh cuy… Dan sekarang baru jam 12 siang. Hmmmmzzz…. Kebayangkan jika harus nunggu di tempat tukang perahu yang akan antar kita mancing.

Timbul ide, kenapa ga liat-liat pemandangan pantai dulu…. Yees… Semua setuju dengan ide ini.

Langsung cari informasi melalui mbah google tentang apa saja yang kita bisa nikmati di area pantai papuma. Dan kita mendapat informasi bahwa penginapan sekaligus tempat makan yang asik… Langsung meluncur dan kita pun sudah sampai depan jalan masuk Pantai Papuma. Ini ditandai dengan adanya abang-abang yang meminta bayar karcis syarat masuk pantai Papuma. Murah gays… 25.000

Setelah selesai membayar, kita langsung diberikan petunjuk arah untuk menuju area pantai tersebut.

Menikmati indahnya Laut dari Sisi Jalan Pantai Papuma

Sekitar 100 meter dari kang karcis, jalan mulai menanjak dan berliku. Seru juga juga ternyata. Membutuhkan sedikit skil menyetir untuk melalui jalan ini. Walau lumayan lebar, jalan menanjak sekaligus menikung. Sisi kanan jalan hujan dan sisi kiri adalah jurang dengan berbagai pepohonan. Dan asiknya… kita bisa menikmati pemandangan laut dari jalan ini. Dengan posisi kita berada di tempat yang lebih tinggi. Jadi bisa melihat laut sampai puas.

Bukan itu saja, di pinggiran jalan menuju pantai papuma ternyata banyak monyet liar. Dan mereka lumayan jinak. Kita bisa memberikan mereka makanan. Beruntung saat itu kita memiliki stok kacang sebagai cemilan. Ada juga jeruk. Jadi kita memberikan makan kepada monyet-monyet yang menunggu di pinggir jalan. Kamu jangan tersinggung….

Sambil menikmati pemandangan laut yang biru, kita bisa juga berinteraksi dengan monyet-monyet yang siap menghiburmu. Seru kaaan…?

Dan ini bukan tujuan utama kita, karena informasi yang saya dapat dari google. Pantai papuma ada pasir putihnya dan banyak warung-warung yang menjual ikan segar yang langsung kita bisa masak dan pesan sesuai selera. Dan kita masih berada di pinggiran hutan dan jurang yang indah. berarti ini belum sampai ke tempat yang kita tuju.

Pantai dengan Pasir Putih dan Angin laut yang Sejuk

Setelah puas menikmati pemandangan laut dari sisi jalan sekaligus menemani MONYET makan kacang, kita langsung melanjutkan perjalanan tanpa harus salim tangan sang MONYET….

Cuma sekitar 150 meter, kita mulai menemukan jalan menurun dan tidak lupa pake tikungan. Dan ternyata masih ada aja Monyet yang memperhatikan mobil kita. Mereka pikir kita coklat berjalan kali ya..

Setelah melewati jalan yang menurun, kita mulai melihat sisi pantai. Tapi cuma ada warung-warung kecil dan belum melihat pasir putih. Kita terus melanjutkan perjalanan.

Daaaan….

Dibagian depan sudah terlihat hamparan pasir putih dengan tenda-tenda khas pinggiran pantai. Dengan laut yang biru dan jernih. Dan tak lupa nyanyian ombak menyambut kedatangan kami. Tulisan udah mulai lebay, mungkin karena terbawa suasana pantai. Jadi sedikit dramatisir...  

Karena cuaca masih sangat panas, temanku menyarankan lebih baik menyusuri pinggiran pantai dengan kendaraan terlebih dahulu. Sekalian kita mau cari penginapan terlebih dahulu. Biar bisa ganti kostum celana pendek dan ikutan berenang.

Bam Bim Bum….

Dengan mengikuti petunjuk arah yang ada di sisi jalan, kita sudah menemukan penginapan yang kita maksud. Sebuah Homestay.

Dengan sedikit negosiasi, kita diperbolehkan tidur satu kamar bertiga dengan syarat bayar biaya tambahan karena harus menambah satu buah kasur. Agar kami bisa tidur dengan leluasa. Dan ingat, kita semua laki-laki dan tidak akan terjadi adegan thereesome… ha ha ha 

Harga Homestay cukup murah. 500 ribu untuk tiga orang. Dan sudah pakai AC. Lumayan kan...Walau belum ada air panasnya ha ha ha. 

Pengen murah dan fasilitas lengkap… MIMPI….

Menurut saya, ini cukup bersahabat, mengingat area tersebut adalah tempat wisata. 

Kami Pun langsung beristirahat sambil menunggu matahari agar tidak terlalu  menyengat.

Makan-Makan di Pantai Papuma

Setelah kang Homestay selesai menyiapkan kamar, Saya langsung eksekusi dan masung langsung ambil posisi peluk guling. Lumayan menjiman mata sambil tunggu sore.

“Fad.. Lu ga makan dulu ?” Suara si Monyong ngagetin gw.

Eh… Bener juga, tadi kan sarapan doang. Cuma makan ketoprak, Es kelapa ama gorengan doang 3 biji. Hmmmmmzzzz…. Kayanya enak juga neh siang-siang makan pinggir pantai.

Okay… Bos, kita langsung capcus keliling cari makan. Berbekal informasi dari kang homestay, kita menemukan apa yang ada di mbah google. Warung makan dengan ikan segar.

Karena saya tidak paham dengan jenis ikan yang enak, serahkan saja urusan dengan si Monyong. Biarkan dia memilih dan menentukan jenis masakan yang akan saya habiskan. Saya tipe kanibal, apa aja masuk dan bisa saya nikmati. Termasuk penderitaan ini… hiks…

Lama juga ya… 45 menit kemudian makanan sudah siap. Ada dua menu ikan yang siap kita santap. Ikan bakar dan ikan masak pedas asam manis. Kata temanku, itu masak pedas asam manis. Saya ga peduli, yang penting langsung santap sampai ludes.

Tapi bener juga. Masakan pedas manisnya yang luar biasa. Pedasnya nampol, ada manis-manisnya sedikit. Dan yang saya sukai adalah rasa asamnya yang berasa. Pedas, asam, manis dan makan di pinggir pantai. Apalagi siang bolong gini, rasa sakit karena panas langsung bubar. Berganti keringat yang mengalir deras…. Assssedaaaaap… (pake mangap).

Dan menu ikan bakarnya saya cuma coba sedikit. Tidak terlalu istimewa. Seperti ikan bakar pada umumnya dengan bumbu kecap dan potongan cabe rawit. Lumayan sih, tap kalah ama ikan asam pedas manisnya.

Dan yang paling istimewa adalah harganya. Kita bertiga pesan ikan satu kilo setengah dengan harga 165 ribu rupiah. Dengan bisa request dua jenis masakan. Itu sudah termasuk aqua dingin 3 buah. Bukan main, sangat murah untuk area wisata seperti ini. 

Untuk kalian yang ingin mencoba, bisa datang kesini. Warungnya ada di sisi sebelah kanan setelah melewati homestay dan sebelum area untuk melihat pemandangan laut dari ketinggian yang akan kita jelajahi saat sore hari. Namanya Siti Hinggil

Puas dengan pelayanan ibu warung. Ramah, murah dan tentu saja berada disisi pantai dengan udara yang sejuk khas pinggiran pantai Papuma.

Jalan-Jalan Sore Menikmati Pantai Papuma Jember

Setelah selesai makan, kita tidak pulang ke homestay. Sambil minum kopi kita menikmati angin pantai yang segar.

Setelah cuaca cukup adem, kita menuju puncak batu yang bisa melihat keindahan Pantai Papuma secara keseluruhan. Langsung tancap gas melewati jalan yang menanjak. Dengan petunjuk arah yang jelas, kita menemukan Area Siti Hinggil. Untuk naik ke bagian paling atas kita cukup Membayar 10 ribu rupiah. 

Pada Area Siti Hinggil sangat bagus untuk kamu yang suka photo-photo. Ada dua area yang menarik. Area yang pertama tidak jauh dari tempat parkir kendaraan dan tidak usah membayar untuk area ini. Spot photo sangat bagus dengan background laut dan batu-batu besar. Dan yang bikin takjub, airnya sangat bersih dan bening. Tapi sayang area ini tidak bisa untuk kita pakai untuk berenang. Karena ombaknya besar dan banyak batu.

Setelah membayar karcis, saya naik keatas siti hinggil melalui anak tangga yang warna warni. Mirip pelangi ya….

Waktu menaiki tangga, kita bisa menikmati pemandangan laut dari dua sisi. Sebelah kanan dan kiri. Karena sambil berjalan dan penasaran dengan bagian puncak siti hinggil, saya tidak terlalu memperhatikan ada berapa anak tangganya. Ha ha ha… Lagian siapa juga yang mau nanya jumlahnya.

Daaan…. Kita sudah sampai di bagian puncak siti hinggil. Kita bisa memandang lautan lepas tanpa terhalang apapun. Jadi kita bisa melihat seluruh bagian pantai Papuma secara utuh. Tak perlu pake drone lagi klo udah di siti hinggil. Semua terlihat jelas. Dari bukit-bukit yang hijau di pinggir pantai, laut yang biru dan tentu saja batu-batu besar yang menambah keindahan pantai papuma.

Diatas siti hinggil ini sangat bagus untuk berphoto. Kamu bisa ambil background bukit-bukit yang hijau atau lautan yang biru. Dan yang paling menarik adalah batu-batu besar yang menghiasi pantai papuma. Seperti berada di Bali cuy…..

Rasanya ga mau turun dari sini, dengan tiupan angin yang lumayan kencang sehingga merasa sangat sejuk. Mungkin jika kamu naik saat tengah hari bolong pun tidak akan merasakan kepanasan. Kalah sama tiupan angin laut yang sejuk.

Jika ingin menikmati matahari pagi, ini tempat yang rekomendasi banget buat kamu.

Sebelum kesorean, kita turun dari siti hinggil.

Harus Mandi jika Ke Pantai Papuma

Yang membuat saya harus turun dari siti hinggil adalah pantai yang saya lihat dari atas. Rasanya langsung pengen berendam dan teriak-teriak. Dan kini ini harus segera kita mulai.

Untuk menghilangkan rasa penasaran, kita langsung menuju pantai pasir putih yang ada di papuma. Cuma 5 menit, karena jalannya sedikit curam, kita ga berani ngebut. 

Buuum…..Buuuum….

Gila cuuy…. Airnya sejuk banget. Karena ga sabar, saya langsung berenang dan main pasir putih.

Bagi kalian yang jalan-jalan ke pantai papuma, jangan lupa mandi air lautnya. Karena airnya sangat sejuk dan merasakan perbedaan dengan air laut yang ada di panta-pantai yang lain. Sumpah… Sejuk banget. Sesejuk saat liat cewek pakai kerudung tersenyum manis sambil bisikin “ mas.. kita kedalam aja” wakakakaka

Istirahat 

Setelah capek berenang, kita pulang dan mandi. Kemudian beristirahat. Sambil menunggu ngantuk, kita pesan kopi ( gimana mau ngantuk coba..). Sambil menikmati deburan air laut kita habiskan malam ini. cie….cie…..

Berangcut…

Jam 3 pagi, alarm berbunyi. Kita mandi terus langsung otw menuju tempat pemilik perahu. Tidak sulit untuk kita temukan karena cuma beberapa menit dari pantai Papuma.  

Sampai disini aja ceritanya karena kita akan lanjut mancing. Oh iya, jika rasanya kurang lengkap jika menceritakan tempat wisata tanpa gambar atau video. ini Video Pantai Papuma yang berhasil saya rekam dengan kamera Hp seadanya…. Semoga kedepannya kita bisa memperbaiki hal ini ( aamiin )





Post a comment for "Pantai Papuma Jember | Rugi klo ga Mandi"