Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Memilih Material Alam Untuk Rumah Agar Memiliki Nilai ESTETIKA

Tips Memilih Material Alam Untuk Rumah
Sumber Gambar : CASA Indonesia
Penggunaan material alami seperti batu alam, kayu, tanaman, hewan atau benda alam lainnya semakin populer. Tujuannya tidak lain untuk memberikan kesan tertentu terhadap bangunan tersebut. Tapi, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, ada baiknya kita mempertimbangkan dari jenis dan fungsi material tersebut. Jangan sampai cuma mengikuti trend membuat benda tersebut membuat hunian kita seperti sesuatu yang tidak lazim.

Perlu diketahui mengenai karakteristik dari material alam itu sendiri, baik penggunaan material kayu, batu alam maupun penambahan tanaman pada area yang kita ingin rencanakan, karena tiap material itu memerlukan treat dan teknik sendiri dalam pengaplikasiannya disesuaikan dengan karakter yang dimiliki.

Tentukan area mana saja yang akan kita aplikasikan dengan material tersebut, apakah letaknya di luar ruangan atau didalam ruangan, selain itu posisinya apakah berada pada sisi lantai, dinding atau atap / plafon dari ruangan atau bangunan itu sendiri.

Dari karakteristiknya yang berbeda-beda itu juga, maka pola pemasangannya pun bisa divariasikan, apakah itu berpola horizontal, vertikal atau diagonal.

Jangan lupa untuk ketahanan terhadap perubahan cuaca dan sebab lainnya yang bisa mengakibatkan material tadi rusak dan tidak tahan lama. Maka memerlukan finishing yang baik untuk membuatnya menjadi tahan lama. Dan cara perlakuannya pasti berbeda sesuai dengan jenisnya.

Kesan Penggunaan Material Alam Untuk Sebuah Hunian

Penggunaan material alam tentu akan memberikan nilai dan kesan tertentu yang mungkin memang menjadi keinginan pemiliknya. Secara umum, pemakaian material alam untuk hunian dapat menimbulkan hal-hal berikut ini.

  1. Kesan alam pastinya akan sangat dominan,selain itu adanya kesan menyatu dengan alam 
  2. Menghilangkan kesan kaku pada bangunan
  3. Membuat bangunan tampak mewah juga unik 
  4. Bisa juga membuat rumah tampak Horor

Namun, dibalik ini semua. Sangat sering kita menemukan pertanyaan tentang material alam yang kita aplikasikan. Tentu saja ini terjadi karena kekaguman atau rasa penasaran orang yang baru melihatnya.

SUASANA Pemakain Material Alam Untuk Bangunan

Suasana yang biasanya dapat langsung dirasakan oleh penghuni rumah adalah suasana yang semakin hangat, karena nuansanya yang alamiah tadi. Kemudian kesan yang menambah rasa betah bagi penghuni, juga dapat menimbulkan rasa tenang juga sejuk.

Tap ada juga yang sengaja membuat rumah mereka tampak horor dengan menambahkan material alam yang termasuk benda-benda mistis. Biasanya untuk rumah paranormal sangat kental dengan hal seperti ini.

Selain untuk mempercantik bangunan, ada saja tujuan tersembunyi dari pemakaian benda alam tersebut. Dan mungkin saja hanya pemiliknya dan tidak banyak khalayak yang mengetahui maksud dan tujuannya. Hmmmz….

Tips Sederhana Sebelum Memutuskan Penggunaan Material Alam untuk Bangunan

Seperti yang telah dijelaskan diatas, pertama-tama kita perlu mengetahui karakteristik dari masing-masing material itu sendiri.Konsep perencanaan awal dari arsitek pastinya diperlukan, agar nuansa dan manfaat serta keindahan yang diinginkan dapat terwujud. Biasanya hal tersebut terdapat pada gambar yang disajikan oleh perencana. 

Jangan lupa untuk menentukan area serta besaran area yang akan direncanakan, agar budget yang disiapkan dapat disesuaikan dengan angan-angan yang telah direncanakan oleh arsitek.

Cek ketersediaan di lapangan, karena hal tersebut juga berpengaruh pada budget yang perlu disiapkan juga kecepatan dalam hal penyediaan materialnya dan pelaksanaan di lapangan kedepannya.

Tenaga pemasangan di lapangan nantinya pun menjadi faktor yang tak kalah penting, karena hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh skill dari tukangnya itu sendiri.

Faktor maintenance menjadi faktor yang harus dicermati, apalagi apabila material tersebut berada di luar ruangan yang notabene terkena dampak dari perubahan cuaca tersebut.

Pertimbangan Sebelum Menggunakan Material Alam Untuk Hunian

Sebelum memutuskan untuk menggunakan material alam untuk sebuah hunian, ada baiknya kita mempertimbangkan banyak hal. Karena bisa saja menjadi hambatan untuk menyelesaikan pekerjaan. Jangan sampai ketersediaan material sulit kita dapatkan saat proses pembangunan. Atau bisa jadi kita tidak mendapatkan material sesuai kualitas yang kita inginkan.

Tahapan.ID merangkum beberapa hal yang dapat kita lakukan dan menjadi pertimbangan sebelum memutuskan penggunaan material alam tersebut. Dan sengaja admin buatkan sesuai dengan jenis material untuk memudahkan melihat poin-poinnya.

KAYU atau PARKET

Tips Memilih Material Alam Untuk Rumah
Sumber Gambar : Rumah,com
Pilih material kayu yang tahan terhadap cuaca maupun rayap. Misalnya kayu besi, damar laut, bengkirai, dan lainnya. Walaupun harganya sendiri saat ini tergolong tinggi, juga sulit didapat karena stoknya yang semakin menipis.

Sistem kuncian / pemasangan yang baik akan menjamin ketahanan juga kerapian dan kekuatan dari sisi strukturalnya.

Semakin berat kayu tersebut, maka semakin padat juga kekerapatannya. Dan ini berhubungan langsung dengan ketahanan dan kekuatannya.

Kita bisa Minta garansi dari supplier kayu, agar menjamin kualitas dari barang yang didapat apabila terjadi kerusakan dalam jangka waktu dekat. Biasanya mereka akan berani memberi jaminan jika barang tersebut memang berkualitas tinggi. 

TANAMAN DEKORATIF 

Secara garis besar terbagi kedalam 2 golongan, yakni tanaman indoor dan tanaman outdoor. Fungsinya sendiri bisa sebagai pemanis / aksen, maupun pembatas. Di luar itu, beberapa tanaman berfungsi sebagai filter terhadap udara di sekitarnya, sehingga memberikan benefit yang besar bagi penghuni rumah.

Perlu diperhatikan juga daya tahan dari tanaman itu sendiri, baik dari segi intensitas cahaya matahari yang diperlukan, faktor kelembaban, sirkulasi udara, temperatur, dan sebagainya. Tanaman pun perlu dirotasi sesekali agar tidak jenuh dan bisa berkembang dengan baik.

Dari segi perawatan pun terbagi atas 2 macam, yaitu yang mudah dan sulit perawatannya, dalam artian ada yang mesti rajin untuk dipangkas daun-daunnya, atau diberi pupuk tertentu, disemprot anti hama dan perawatan lainnya.

BATU Alam

Biasanya faktor harga menjadi salah satu perhatian utama, karena biasanya harga berbanding lurus dengan kualitas dan barang yang diperoleh. Namun tidak selalu harga tinggi maka barang yg diperoleh berkualitas baik. 

Tetap perlu dilihat juga track record dari supplier yang menyediakan barangnya.

Supplier yang baik biasanya memiliki keragaman dari material batu alam, sehingga kita sebagai pembeli memiliki keleluasaan dalam memilih yang sesuai dengan harapan dan rencana yang telah dibuat. 

Baca Juga : Renovasi Dapur Murah Bukan Sebuah Mitos | Anda bisa melakukannya

Pola urat, warna, tekstur, ukuran (panjang x lebar x tebal) yang homogen (sejenis tidak belang bentong) biasanya menjadi faktor dalam memilih supplier, agar dalam proses pemasangan pun lebih memudahkan. Namun apabila pola acak yang diinginkan, hal tersebut tidak menjadi masalah malahan.

Perhatikan area yang akan diaplikasikan material batu alam tadi, agar karakter yang diinginkan akan terlihat menonjol dan baik dari segi estetika.

Faktor maintenance mau tidak mau menjadi faktor pertimbangan juga bagi kita dalam mengaplikasikannya, karena jangan sampai di kemudian hari karena sulitnya maintenance mengakibatkan menurunya tampilan yang malah memudarkan keindahan dari keseluruhan rumah itu sendiri.

Jenis Material Alam Untuk DESIGN INTERIOR ?

Banyak jenis material alam yang bisa kita jadikan sebagai hiasan dalam rumah. Dan hampir semua jenisnya bisa kita gunakan asal penempatannya serasi dan sesuai, begitu juga dengan perbandingan penggunaan material tersebut dengan material lain yang seimbang, misalkan wallpaper, cat tembok, atau material buatan lainnya.

Tips Memilih furniture Yang tepat agar sesuai dengan Material Alami Yang Digunakan

Baik style maupun bentuk apapun sebenarnya tidak menjadi masalah, asalkan color tone dari material alam tersebut tidak terlalu ‘tabrakan’ atau ‘balapan’. Jadikan salah satu dari elemen tadi (baik furniture maupun material alam) menjadi aksen (focal point) sehingga terlihat dinamis.

Keserasian antara furniture, warna dinding dan material alam yang kita gunakan menjadi hal yang utama. Jangan sampai nantinya malah terlihat tidak masuk akal. Bayangkan jika kita berada ditengah hutan kemudian menemukan sebuah balon yang warna warni. Tentu ini akan membuat kita heran. Begitu juga untuk penggunaan material alam ini.

Tahapan.ID merangkum beberapa contoh penempatan material alam dalam suatu ruangan. Siapa tau ini bisa menimbulkan ide dan imajinasi untuk anda gunakan dalam mendesain ruangan tersebut. Hanya sebagai contoh, siapa tau bisa kita terapkan.

Ruang Tamu Dengan Tanaman alam

Tips Memilih Material Alam Untuk Rumah
Sumber Gambar : Fabelio.com
Berhubung luasannya yang biasanya tidak terlampau besar, maka disarankan untuk memilih material dengan warna atau tone yang cenderung terang dan berkesan luas, dinding dari material kayu maupun marmer atau granit bisa menjadi focal point di belakang furniture. Tambahkan pot tanaman alam sebagai point of interest agar semakin memperkuat kesan alamiahnya.

Ruang Keluarga Bisa Pakai Kayu Parket

Dengan luasan yang lebih memadai dan lapang, warna atau tone yang dipilih bisa ke arah terang atau gelap untuk material penutup lantainya. Pemakaian bahan marmer atau kayu parket sangat disarankan untuk area ini. 

Sedangkan backdrop panel nya dapat menerapkan bahan batu alam dengan pola susun sirih atau ukir-ukiran dengan menggunakan teknologi waterjet. Material kayu pun dapat diaplikasikan pada dindingnya dengan metode pemasangan susun sirih atau lambersering ataupun berpola (perforated panel)

RUANG MAKAN

Dengan posisi yang biasanya bersebelahan dengan Living Room (Ruang Keluarga), disarankan untuk menggunakan material lantai yang sama dengan Ruang Keluarga agar kesan lapang tercipta dari situ. 

Namun disarankan untuk tidak menggunakan material alam dari kayu, karena pada area tersebut lebih sering terkena minyak ataupun air sehingga bisa mengurangi keawetan dari material kayu itu sendiri. 

Gunakan juga furniture dengan bahan dasar rotan atau kayu agar lebih menambah kesan alaminya. Apabila posisinya kebetulan bersebelahan dengan taman, akan menambah kesan alaminya, namun apabila tidak, kita bisa menambahkan pot tanaman sebagai pemanis sekaligus bermanfaat untuk memfilter udara misalkan.

Taman Alami Yang Menyegarkan

Usahakan agar unsur hijau (tanaman) lebih mendominasi (kalau memungkinkan di atas 70% dari area Taman tadi). Tambahkan batu alam sebagai stepping stone, begitu juga dengan dinding backgroundnya menggunakan batu alam agar menambah unsur estetikanya itu sendiri. 

Apabila ada budget yang leluasa, tambahkan water feature berupa air terjun atau air mancur, atau kolam ikan agar efek gemericik air bisa menambah keasrian area taman tersebut ke dalam rumah. Artwork berupa ukir ukiran dari batu alam juga boleh ditambahkan sebagai aksesoris dan aksen di area tersebut.

GARASI Yang Mengesankan

Gunakan material batu alam pada lantainya dengan karakter yang keras, berwarna gelap dan tekstur yang kasar, karena nantinya pada area tersebut nantinya akan menahan beban dari kendaraan bermotor. Dan  juga rentan terhadap oli ataupun pasir dan lumpur, sehingga sangat disarankan untuk memilih material alam yang mudah untuk dibersihkan, juga bandel dan mudah perawatannya. 

Apabila ada area terbuka yang memungkinkan untuk dibuatkan taman kering, akan menjadi nilai tambah pada area Garasi tadi. Jangan lupa untuk menambahkan tanaman rambat pada dindingnya agar terkesan alam, dengan adanya tambahan void di atas taman kering tadi agar matahari dan air hujan dapat masuk ke dalamnya.

Perbedaan Penggunaan Material Alam dan Exposed

Material exposed biasanya material yang terbuat dari bahan buatan (bisa buatan tangan ataupun fabrikasi), dan pada permukaan luarnya tidak ditambahkan material lain seperti semen, batu alam dan lain-lain. 

Sedangkan material alam adalah finishing material yang bersumber dari alam, biasanya terbentuk dari proses alam selama puluhan bahkan ratusan tahun. Dan material alam tadi bisa difungsikan sebagai penutup dari material exposed di atas.

Sistem Perawatan Material alam Pada Rumah

Berhubung Indonesia termasuk kedalam negara dengan iklim tropis, dimana paparan mataharinya lebih kuat daripada di negara lainnya. Begitu juga dengan curah hujan sehingga kelembabannya yang cukup tinggi berakibat cepat memudarnya keindahan material  akibat jamur, lumut, juga kusam karena penurunan kadar warnanya.

Oleh karena itu diperlukan perawatan ekstra pada material penutup bangunan tersebut sesuai dengan jenis material nya. Untuk batu alam apabila telah terkena lumut, langkah awal yang dilakukan adalah semprot dengan air bertekanan cukup kencang agar lumut bisa terlepas dari permukaannya. 

Kemudian sikat dengan menggunakan sikat berbulu sedang sampai permukaannya benar-benar bersih, lalu keringkan.  Setelah kering, lapis ulang permukaan batu alam tersebut dengan lapisan (coating) anti lumut berbahan dasar air (kesan natural) atau silikon (kesan wet look / basah).

Untuk material alam berbahan dasar kayu (pada area dinding), dapat menggunakan cara konvensional yaitu dengan diamplas agar pori-porinya kembali terbuka, kemudian lapisi permukaan tadi dengan menggunakan pelitur atau fiberkote khusus untuk kayu. Apabila kayu tadi digunakan untuk penutup lantai, maka cara perawatannya cukup mudah, hanya menggunakan lap pel setengah kering, lalu 2-3 bulan sekali lapisi permukaannya dengan wax khusus agar senantiasa terlihat mengkilap dan bersih.

Untuk material alam marmer, cara perawatan sehari-hari biasanya dengan menggunakan lap setengah kering saja, namun apabila telah kusam, gunakan tenaga ahli poles marmer untuk melakukan pemolesan ulang menggunakan chemical dan alat teknikal lainnya agar urat serta warnanya kembali terlihat jelas kembali.

Biaya Pemakain Material Alam Untuk Sebuah Rumah

Secara umum bisa dikatakan lebih mahal karena faktor supply di pasaran pun lama-lama akan semakin menipis. Apalagi untuk material alam tertentu yang proses pembentukannya bisa memakan puluhan bahkan ratusan tahun.

Ditambah lagi kalau bahan tersebut didapat dari luar daerah atau luar negeri. Membuat biaya yang diperlukan akan semakin tinggi. Belum faktor maintenance yang memakan biaya yang tidak sedikit. 

Oleh karena itu, saran kami adalah gunakan material alam yang banyak tersedia di sekitar kita karena biasanya persediaannya lebih banyak dan lebih bervariasi pilihannya beserta suppliernya. Hal ini memungkinkan harga yang ditawarkan cenderung lebih murah. 

Selain itu, apabila kita jeli dalam mencarinya, material tersebut ada yang bisa didaur ulang. Contohnya kayu, potongan marmer atau granit yang bisa dibentuk menjadi mozaik, dan lainnya, Namun tentunya membutuhkan kreativitas tinggi dari kita sendiri ataupun supplier. Faktor maintenance pun perlu diperhatikan agar kita tidak perlu mengeluarkan extra cost untuk merawatnya.

Keuntungan dan Kekurangan Pemakaian Material Alam

Untuk lebih mudah, Tahapan.ID membedakan keuntungan dan kekurangannya sesuai dengan jenis materialnya. Dan bisa menjadi bahan pertimbangan jika anda ingin menggunakan jenis material alam tersebut.

KAYU

Kelebihannya :

  • Secara kekuatan baik, maka dari itu sering digunakan sebagai struktur dari bangunannya.
  • Dari segi estetikanya pun baik.
  • Mudah untuk didaur ulang, sehingga dari sisi efektifitas lebih tinggi.
  • Proses pengerjaannya dari bahan mentah sampai bahan jadi terbilang lebih cepat.

Kekurangannya :

  • Harga jual semakin tinggi, karena ketersediaannya yang semakin menipis.
  • Beberapa jenis kayu tidak tahan terhadap rayap, sehingga merugikan.
  • Perlu extra maintenance karena mudah menurun tampilannya apabila sering terpapar sinar matahari, terkena air, dan faktor cuaca lainnya.
  • Mudah terbakar.

Mudah lapuk dimakan usia apabila tidak kita rawat dengan baik.

BATU Alam

Kelebihan Batu alam :

  1. Kesan natural langsung muncul dengan mudahnya, menampilkan kesan elegan dan mewah untuk beberapa jenis batu alam, seperti marmer maupun granit.
  2. Dari segi ketahanan rata-rata baik.
  3. Menambah unsur kenyamanan bagi penghuni rumah secara langsung, karena lebih mudah melepaskan hawa panas sehingga lebih terasa sejuk dan rata-rata disukai oleh masyarakat luas.
  4. Ukuran yang tersedia beragam di pasaran, sehingga mudah dalam pengaplikasiannya.

Dan Kekurangannya :

  1. Homogenitasnya sulit diperoleh karena karakteristik bahan dasar alam yang cenderung tidak beraturan. Tidak pernah bisa ditemukan batu alam yang sama persis urat, warna dan teksturnya antara yang satu dengan lainnya.
  2. Perlu treatment khusus agar tahan terhadap faktor cuaca maupun dampak lain seperti benturan, goresan dll.
  3. Harganya lebih mahal karena persediaan di alam yang cenderung menipis, juga ongkos pasangnya yang tinggi karena dibutuhkan skill khusus bagi tenaga pemasangnya
  4. Supply di tiap daerah pastinya berbeda-beda sehingga dapat menimbulkan kesulitan apabila stok material yang kita gunakan ternyata kurang ataupun rusak dan pecah.

Dan dari sekian panjang pembahasan tentang tips penggunaan material alam untuk rumah ini, apa yang anda ingin realisasikan ? Selamat hunting karena material yang kita inginkan kadang susah untuk didapatkan. Terima kasih sudah membaca


Posting Komentar untuk "Tips Memilih Material Alam Untuk Rumah Agar Memiliki Nilai ESTETIKA"