Alat dan Material Injeksi Polyurethane

Alat dan Material Injeksi Polyurethane

Pada postingan sebelumnya sudah membahas tentang jenis injeksi beton. Sebagai lanjutannya, kali ini memuat tentang alat dan material injeksi polyurethane. 

Walaupun bukan pekerja injeksi, ada baiknya mengetahuinya. Jadi bisa mengetahui jenis alat dan material yang digunakan saat berhubungan dengan pekerjaan ini.


Sedikit mengulang, injeksi Polyurethane adalah suatu usaha untuk memperbaiki beton bocor dengan cara menyuntikkan material PU ke dalam beton melalui nepel khusus injeksi beton.


Melihat defenisi diatas, sudah jelas material yang digunakan adalah polyurethane. Material ini bisa mengembang sampai 1.000 persen sehingga mampu mendorong keluar air yang ada dalam beton sekaligus menghentikan alirannya.

Alat Injeksi Polyurethane

Untuk melakukan pekerjaan ini, sebaiknya siapkan kelengkapan alat untuk mempermudah pekerjaan. Mulai dari alat kecil sampai dengan alat utama. 


Alat utama pekerjaan injeksi polyurethane adalah Mesin bor dan mesin injeksi Polyurethane. Mesin bor digunakan untuk membuat lobang tempat memasang packer atau nepel. Sedangkan mesin injeksi merupakan alat yang digunakan untuk menyuntikkan material ke dalam beton.


Untuk mata bor, harus disesuaikan dengan ukuran packer yang dipakai. Jangan sampai mata bor terlalu besar karena dapat mempersulit pemasangan packer karena susah untuk dikunci. Jangan juga terlalu kecil karena akan membuat packer tidak bisa dipasang. Sebaiknya samakan ukuran packer dan mata bor yang digunakan.


Mesin injeksi dapat berupa tabung injeksi PU dan kompresor. Saat ini sudah tersedia mesin khusus yang bisa digunakan tanpa kompresor. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada postingan berikut : Mesin Injeksi Polyurethane


Demi kelancaran dan mempermudah proses pekerjaan, kami siapkan daftar  alat untuk melakukan pekerjaan injeksi Polyurethane. Berikut daftar alat yang harus disiapkan :

  1. Mesin Injeksi PU, Baik yang manual maupun yang sudah otomatis

  2. Kabel Roll sesuai jarak antara panel listrik dan area kerja

  3. Mesin Bor dan Matanya. Sesuaikan dengan ukuran packer

  4. Palu dan pahat

  5. Police line

  6. Sarung tangan karet dan kain

  7. Kacamata bening

  8. Tangga atau scaffolding

  9. Kunci ring atau pass sesuai ukuran packer

  10. Gerinda 2 inch

Walau tidak semua alat akan digunakan, ada baiknya dipersiapkan. Seperti palu, pahat dan gerinda 2 inch. Kadang alat ini tidak digunakan pada injeksi pu, tapi lebih baik dipersiapkan. Karena bisa saja kita membutuhkan alat tersebut.

Material Pekerjaan Injeksi Polyurethane

Pada pekerjaan injeksi PU, harus teliti dalam mempersiapkan alat bantu dan material pendukung. Jangan sampai ada yang tertinggal.


Seperti namanya, material utama adalah polyurethane. Ada dua jenis material polyurethane yaitu satu komponen dan dua komponen.


Kalau saya, lebih menyukai material yang satu komponen. Jika material dua komponen, jika terlambat menghabiskan material yang telah dicampur, maka besar kemungkinan material tersebut bisa setting atau mengemvang di selang atau tabung injeksi.


Berikut ini material yang perlu disiapkan untuk melakukan pekerjaan injeksi polyurethane :

  1. Polyurethane khusus injeksi beton

  2. Thinner ( digunakan untuk mencuci mesin injeksi)

  3. Packer 

  4. Semen ( sedikit saja, untuk menambal bekas lobang packer)

  5. Socrete ( material pengeras semen )

Kalau saya, cuma alat seperti diatas yang perlu disiapkan untuk melakukan pekerjaan ini. Kalau ada kekurangan, boleh ditambahkan pada kolom komentar.

Tips Pekerjaan Injeksi PU

Sekedar untuk memperlancar pekerjaan, ada hal-hal kecil yang dapat dilakukan. Saya sudah merangkumkan beberapa hal kecil yang dapat mendukung pekerjaan injeksi beton.

  1. Marking area bocor sebelum melakukan pekerjaan. Jadi bisa memperkirakan jumlah titik injeksi dan material yang harus disiapkan

  2. Biasakan memasang titik injeksi secara bersilangan. Misalnya titik yang pertama disebelah kanan retakan, maka titik yang kedua dipasang pada sebelah kiri.

  3. Menjaga jarak titik injeksi agar tidak terlalu jauh ataupun terlalu dekat. Jarak ideal antar titik adalah 20 cm sampai dengan 25 cm

  4. Biasakan menggunakan kacamata bening saat melakukan penyuntikan

  5. Perhatikan material yang digunakan, jangan sampai mengeras ditabung atau mesin injeksi

  6. Biasakan melakukan pekerjaan dengan api. Kumpulkan sampah pada tempat yang disediakan.

  7. Perlu perhatikan kabel yang digunakan untuk bekerja. Jangan sampai ada yang bocor atau lecet. Karena pekerjaan injeksi PU sering berhubungan dengan air. Jangan sampai ada pekerja yang kesetrum karena kabel yang bocor.


Semoga bermanfaat
LihatTutupKomentar