Pemasangan Membran Bakar | Tahap demi Tahap

Pemasangan Membran Bakar

Postingan kali ini membahas tentang pemasangan membran bakar biar mendapatkan hasil yang maksimal tanpa bocor. Karena sering baget terjadi, pemasangan membrane kurang maksimal sehingga harus diperbaiki lagi karena masih ada area yang bocor.


Tahapan pemasangan waterproofing sebenarnya hampir sama. Secara umum meliputi persiapan lokasi, aplikasi waterproofing, test rendam kemudian melakukan proteksi agar lapisan waterproofing terlindung dari hal yang dapat merusak lapisan tersebut.


Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan tentang tahapan yang harus dilakukan untuk pekerjaan membran bakar.

Tahapan Pemasangan Membrane Bakar

Sebelum memulai pekerjaan membrane bakar, sebaiknya persiapkan alat dan material yang akan digunakan terlebih dahulu. Jangan sampai pekerjaan menjadi terhambat karena kekurangan alat dan material.


Berikut ini list material dan alat yang harus disiapkan untuk melakukan pekerjaan membrane bakar :

  1. Membran bakar sesuai dengan volume pekerjaan

  2. Primer Waterproofing

  3. Semen dan pasir atau material pengganti untuk champer ( penutupan sudut pertemuan lantai dan dinding )

  4. Torching membran bakar lengkap dengan selang dan regulatornya

  5. Tabung gas yang terisi penuh

  6. Ember kecil, Kuas dan roll 

  7. Palu, pahat, sendok semen, pisau cutter dan meteran

  8. Sapu lidi,  sapu ijuk dan tarikan air

  9. Sarung tangan, alat pemadam kebakaran, helm, sepatu, rompi dan kelengkapan APD lainnya

  10. Kebutuhan alat lain sesuai kondisi lapangan. Misalnya tambang untuk langsir material, karung untuk buang sampah, scaffolding jika dibutuhkan dan alat-alat yang sekiranya bisa membantu kelancaran pekerjaan.

Persiapan Lokasi Pemasangan Membrane Bakar

Pada tahapan ini ini sangat penting karena bisa mempengaruhi hasil pekerjaan membran bakar. Persiapan lokasi meliputi : 

  • Pembersihan lokasi

  • Repair kerusakan beton

  • Pembuatan Champer

  • Primer

Bersihkan area yang akan di aplikasi waterproofing. Area harus bebas dari debu, kotoran sisa beton dan adukan, air, minyak, sampah dan material lain yang terdapat pada area kerja. Gunakan palu dan pahat untuk membersihkan sisa-sisa beton dan adukan kemudian sapu sampai benar-benar bersih.


Tutup semua sudut pertemuan lantai dan dinding menggunakan campuran semen dan pasir atau bisa juga menggunakan material setara seperti semen instan lainnya.


Lakukan Perbaikan pada  beton yang keropos dan retak. Jika tingkat keropos yang parah dapat dilakukan dengan metode grouting, jika kerusakan tergolong ringan dapat dilakukan dengan melakukan penambalan. 


Area yang retak dapat diperbaiki dengan cara injeksi epoxy ataupun hanya dengan menambal menggunakan bahan epoxy ataupun semen. Jika tingkat keretakan relatif kecil, tidak perlu diperbaiki. Dapat tertutup saat aplikasi primer membran bakar.


Tahapan persiapan lokasi waterproofing membran bakar yang terakhir adalah aplikasi primer. Aplikasikan primer menggunakan roll atau kuas atau dapat juga menggunakan tarikan air. Aplikasikan dengan teliti dan merata. Jika ada area yang retak, sebaiknya aplikasikan primer lebih tebal sampai menutup area yang retak.


Sampai disini, tahapan persiapan lokasi sudah selesai. Tunggu primer sampai benar-benar kering baru masuk ke tahapan aplikasi membrane bakar.

Aplikasi Membrane Bakar

Pada poin sebelumnya, sudah dibahas tentang persiapan lokasi waterproofing membran bakar. Jika sudah selesai, langkah selanjutnya adalah pemasangan membrane bakar.


Sebelum melakukan pembakaran membrane, sebaiknya siapkan material sesuai dengan kebutuhan kemudian sebar sesuai dengan lokasi pemasangan.


Setelah itu, gelar membrane bakar per 5 roll atau sesuaikan dengan lokasi. Gelar membrane dengan memberikan overlapping 10 cm mengikuti garis atau tanda yang terdapat pada membrane. Jika sudah selesai digelar, gulung kembali membrane setengah dari panjang membrane yang digelar untuk mempermudah pembakaran.


Saat melakukan pembakaran membrane menggunakan torching, perhatikan tingkat kematangan membrane. Jangan terlalu matang karena dapat menyebabkan membrane menjadi berlubang. Jika kurang matang, maka membrane tidak merekat dengan sempurna. Pada tahap ini, sebaiknya dilakukan oleh pekerja yang memiliki pengalaman dalam bidang ini.


Selain tingkat kematangan, pastikan juga setiap sisi membrane merekat dengan sempurna. Jangan sampai ada celah yang dapat dialiri air. Pastikan setiap sisi dibakar secara terpisah atau lakukan pengecekan.


Pastikan pemasangan membran bakar diberikan overlapping dan pembakarannya harus matang sempurna. Selain itu perhatikan tingkat kelurusan pemasangan biar terlihat rapi. Untuk membrane bakar non ekspose, nantinya akan tertutup lapisan proteksi atau screed. 


Namun berbeda dengan membrane granule, sebaiknya perhatikan tingkat kelurusan karena membrane akan menjadi lapisan finishing yang dibiarkan terbuka.

Test Rendam

Untuk memastikan keberhasilan pemasangan membrane bakar, sebaiknya lakukan test rendam selama 1 X 24 jam. Jika sudah tidak ada bocor, maka pekerjaan ini sudah dianggap selesai.

Pemasangan Proteksi Membrane Bakar

Setelah dipastikan pemasangan membran bakar sudah berhasil dengan dilakukan test rendam, langkah berikutnya adalah melakukan proteksi lapisan membrane yang sudah terpasang menggunakan screed. 


Pastikan saat melakukan pengadukan material screed menggunakan alas agar tidak merusak membran yang sudah terpasang.


Untuk membrane granule tidak perlu melakukan screed dan membrane dapat dibiarkan terbuka begitu saja. Sampai disini, tahap pemasangan membran bakar sudah selesai.

Terima kasih sudah berkunjung dan membaca postingan tentang pemasangan membran bakar dan semoga bermanfaat.


LihatTutupKomentar